HMSTimes - What Happened Today? Terdakwa Kasus Pencurian Marah-Marah Kepada Hakim Saat Sidang | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Terdakwa Kasus Pencurian Marah-Marah Kepada Hakim Saat Sidang

Terdakwa Kasus Pencurian Marah-Marah Kepada Hakim Saat Sidang

 

HMSTimes.com, Batam – Ruangan pengadilan negeri Batam di padati pengunjung yang akan menyaksikan keterangan saksi korban, sidang yang disidangkan Kamis (6/4-2017), saksi yang akan memberikan keterangan yaitu, yang ber inisial D (korban), DL (penangkap/polisi), R (adik korban).
Kesaksian Saksi D (korban) mengatakan  tanggal 3 januari 2017  di Komplek Happy Garden Blok E No.95 terjadi pencurian di kamar saat dia sedang tidur , dan pada saat itu kamar saksi D tidak terkunci.

Kejadiannya berawal pada pukul 04:00 wib, terdakwa Robby Angga Saputra datang dan langsung masuk ke kamar korban D secara diam diam, dan Robby langsung mengadakan aksi pencurian dan dianya langsung meraih celana jeans milik korban, celana korban berisi 2 dompet kedua dompet tersebut berisi uang Rp. 2,3 Juta dan  dompet yang satu lagi berisi uang Rp. 2 juta dan bukan hanya dompet yang berisikan uang di ambil terdakwa melainkan handphone merk Iphone 5 warna silver  dan power bank pun ikut disikatnya. kalau saya hitung kerugian yang saya derita karena perbuatan Robby sahabat Ku sendiri sebesar 8,3 juta .
Yang sangat mengherankan saat hakim bertanya kepada korban agar lebih jelas menjelaskan kesaksiannya, tiba – tiba  korban menjawab pertanyaan hakim dengan nada emosional dan marah – marah sambil membentak bentak, karena perbuatan koman yang tidak sopan itu, hakim sontak marah dan melontarkan pertayaan kepada korban” apakah anda sehat? tetapi korban malah semakin emosional sehingga mengundang perhatian pengunjung.

Begitu juga kesaksian R (adik korban), terdakwa dilihatnya masuk kekamar abangnya, tetapi dia tidak curiga, karena dia menganggap terdakwa Robby adalah teman abangnya, dan saya tidak menyangka terdakwa bisa melakukan pecurian itu, padahal kami sudah menganggap dia saudara namun dia tega melakukan itu terhadap kami.

Dan saksi polisi DL yang menangkap terdakwa Robby dua hari setelah Robby melakukan tindakan pencurian baru bisa ditangkap, sewaktuRobby ditangkap dan digelandang, Robby tidak melakukan perlawanan, dan diapun kami tahan.

Barang bukti yang yang di bawa jaksa penutut umum yang masih tertinggal yaitu, uang Rp.56.000,- , dan 1 lembar surat rehabilitasi yang di keluarkan  BNN, atas nama terdakwa, dan satu dompet yang berisi jimat bulu perindu, karena hakim bertanya tentang kasiat bulu perindu itu dan terdakwa menjelaskan, bahwa bulu perindu itu berfungsi supaya orang yang kita suka ,sayang juga pada kita.
Atas perbuatan terdakwa Robby,  sebagai mana di atur dan diancam dengan pasal 363 ayat 3 KUHP dengan ganjaran 7 tahun penjara.

Persidangan tindak pidana pecurian ini di pimpin oleh ketua majelis hakim Syahrial Alamsyah Harahap,SH  dan didampingi hakim anggota Taufik Abdul Halim,SH dan Reni,SH,MH. dan di hadiri oleh jaksa penuntut umum(JPU) Nani Herawati,SH.  Willy Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top