HMSTimes - What Happened Today? Tagihan Ke BPJS Kesehatan Mandek, Suplay Obat Ke RSUD Embung Fatimah Terhenti Karena Kehabisan Dana. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Tagihan Ke BPJS Kesehatan Mandek, Suplay Obat Ke RSUD Embung Fatimah Terhenti Karena Kehabisan Dana.

Tagihan Ke BPJS Kesehatan Mandek, Suplay Obat Ke RSUD Embung Fatimah Terhenti Karena Kehabisan Dana.

HMSTimes.com,Batam- Polemik yang selama ini terjadi di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, yang menyebabkan para Dokter spesialis sempat mogok Senin (14/8/2017), sehingga pelayanan di Polyklinik saat itu tidak beroperasi, adapun alasan para Dokter-dokter  tersebut melakukan aksi mogok kerja,  yaitu belum di bayarkannya insentif mereka dari RSUD Embung Fatimah.

Plt.Direktur RSUD Embung Fatimah dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi di ruang prakteknya di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA)  Mutiara Aini Batu Aji, selasa (29/08/2017) mengakui bahwasanya belum ada pembayaran isentif kepada Dokter dan perawat yang lainnya., ini di sebabkan mandeknya pembayaran tagihan RSUD Embung Fatimah dari BPJS kesehatan, dimana pasien yang berobat di sana sebagian besar pasien yang di cover oleh BPJS Kesehatan, RSUD tidak ada uang untuk membayar insentif tersebut. Saat ini saja obat dari distributor sudah di hentikan pengirimannya, karena kita tidak bisa membayarnya.

Setelah para dokter kemarin mogok kerja, dan masalah ini jadi kosumsi publik, dan pada saat itu juga Dirjen kesehatan bapak Bambang Wibowo juga turun ke Batam, tiba-tiba  BPJS membayar sebagian  hutangnya sebesar Rp 1 miliar lebih, dengan mentransfer ke rekening RSUD Embung Fatimah.

Nah, pertanyaannya kenapa BPJS baru ada niat membayar setelah hal  ini jadi polemik ?  Dengan kejadian ini yang di rugikan adalah masyarakat umum, karena masyarakat tahunya sudah bayar iurannya, jadi gak ada alasan buat rumah sakit untuk menolak pasien, tetapi giliran penagihan, inilah yang terjadi, dokter sudah kerja, obat sudah keluar, yah harusnya di bayar, jelas dr. Didi.

Besok setelah SK di tandatangani oleh walikota, saya akan cicil pembayaran isentif para dokter dan semua pegawai dari dana yang telah masuk, yah mudah-mudahan dalam beberapa minggu kedepan bisa kelar semua.

Untuk mengatisipasi kelangkaan obat, dr. Didi akan membuat pernyataan dengan distributor obat, bahwasanya akan membayarkan hutang RSUD  agar obat bisa di distribusikan ke RSUD. karena dana untuk obat sudah di anggarkan.

Lanjut dr.Didi, selama 5 bulan ini kami baru sekali masuk tagihan karena alasan dari BPJS kesehatan, lagi ada perombakan sistem, ada penambahan digit. seharusnya setiap bulan. setelah ini, kami akan memperkuat klaim, setiap bulannya untuk mengantisipasi hal seperti  ini terjadi kembali.

Ketika hal ini  di konfirmasi ke pihak BPJS kesehatan, Maya staff Humas BPJS kesehatan mengatakan ” apa lagi yang mau di konfirmasi sudah selesai semua kita sudah ketemu sama Walikota ” sementara pimpinan BPJS di luar kota tutur Maya.

“Sudah selesai Versi BPJS “arahnya belum jelas, namun hal ini bertolak belakang dengan pernyataan dr. Didi, dimana setelah disinkronkan data hutang piutang antara pihak rumah sakit dan BPJS, pihak RSUD masih memiliki tagihan sebesar 14 miliar lebih ke BPJS kesehatan.

A.Z

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top