HMSTimes - What Happened Today? Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi Terdakwa Kasus Trafficking | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi Terdakwa Kasus Trafficking

Sidang Mendengarkan Keterangan Saksi Terdakwa Kasus Trafficking

 

HMSTimes.com,Batam-  Selasa 18 april 2017 agenda sidang keterangan terdakwa Soei Lan dan Depi atas kasus memory Karaoke.

Terdakwa Soei Lan membenarkan isi BAP yang dibuat oleh  polisi kepadanya. Dari keterangannya dia di tangkap pada bulan oktober 2016. Saat penangkapan dia baru saja sampai ke memory karaoke untuk memberikan uang kepada anaknya untuk membeli minuman dan sambil menunggu supirnya untuk pergi berobat, tiba- tiba polisi datang dan  langsung ada penggrebekan yang membuat dia bingung.

Soei Lan mengatakan tidak tahu menahu tentang adanya  perempuan yang bisa melayani pria hidung belang (PSK) Dan saat melakukan penangkapan polisi  menunjukan surat tugas dan langsung membawa terdakwa ke Polda Kepri. Tersangka Soei Lan mengatakan usah nya itu sudah berdiri sejak tahun 2004 yang pertama kali di buka oleh alm suaminnya, dan dia mengatakan tidak mempunyai usaha lain , selain memory karoke dan hotel memory.

Dari keterangan terdakwa Depi ia mengatakan pada saat dirinya  duduk di bartender  lalu ada seorang yang menghampirinya  yang ternyata adalah seorang polisi yang sedang menyamar.

Terdakwa Depi menawarkan minuman kepada J yang merupakan anggota kepolisian, tetapi saksi J menolak dan langsung menanyakan ada perempuan? Lalu terdakwa depi mengatakan  ada dan langsung menawarkan perempuan 7 orang yang sedang duduk di sofa, dan akhirnya saksi J memilih perempuan bernama Nova yang sedang duduk tadi. Sesudah memilih saksi J membayar kepada terdakwa Depi dengan tarif 500 ribu untuk short time, lalu terdakwa depi mengatarkan uang tersebut ke kasir namun karena kasir belum datang terdakwa Depi menitipkan uang tersebut kepada karyawan yang ada di situ.

Terdakwa depi mengatakan 50 ribu tersebut sudah ikut harga kamar, dan dia tidak mendapatkan ap- apa, kecuali korban yang di pakai mau memberikan uang kepada Depi.
Dari keterangan Depi sudah 1 tahun bekerja disana, pertama kali kerja , dia bekerja sebagai weters. Dan yang menggaji dia adalah saudara johan yang merupakan anak dari terdakwa Soei Lan.
Terdakwa Depi di gaji 2 juta’an karna sudah di biayai makan dan mes.
Depi mengatakan tidak tahu menahu tentang manajemen di memory karoke tersebut.
Dia mengatakan yang memengang kendali di sana adalah saudara D yang saat penangkapan di lakukan dia tidak berada di TKP  karena sedang sakit.
Terdakwa Depi sebelum bekerja di sana, cewek- cewek panggilan itu memang sudah ada. Dan mereka tinggal di kos masing- masing, namun jika sudah terlalu malam atau mabuk mereka boleh tidur di mes karyawan.
Setelah mendegarkan keterangan terdakwa , sidang di tunda minggu depan pada selasa 25 april 2017.
Sidang dipimpin oleh ketua majelis Dr Agus  Rusianto, SH.MH , dan hakim anggota Martha, SH.MH , Redite Ika Septina,  SH.MH. dan di ikuti oleh jaksa penuntut umum(JPU) Andi Akbar,SH. Dan di hadiri oleh Bernat Nababan,SH. Sebagai penasehat Soei Lan. Chica Elisabeth, SH.MH dan Rio Fernando Napitupulu,SH , dan Nofita Putri Manik sebagai penasehet hukum terdakwa Depi.

Willy Lubis

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top