HMSTimes - What Happened Today? Sepenggal Cerita Tiga Mantan Pelaut Yang Kini Jadi Pengusaha | HMSTIMES
You are here
Home > HMSInet > Sepenggal Cerita Tiga Mantan Pelaut Yang Kini Jadi Pengusaha

Sepenggal Cerita Tiga Mantan Pelaut Yang Kini Jadi Pengusaha

Tiga mantan pelaut saat bertemu setelah sekian tahun berlalu.

HMSTimes.com, Natuna- Tanpa disadari rentang waktu telah bergulir, sepuluh tahun lebih, rangkaian pertemuan tiga Sekawan, mantan pelaut, di Pulau Batam. Disebuah tempat yang dulunya sepi,sekarang sepintas bagaikan seperti ibukota. Bangunan padat dan penduduk ramai,serta hiruk pikuk kendaraan berlalu lalang. Tiban, Sekupang, pulau Batam,(12/11/2018).

Karakter seorang pelaut sudah sempat mengalir kepada tiga Sekawan, Didit Setiawan, Budiman Sihombing dan Abdul Lubis. Terpisah oleh jarak dan kesibukan masing – masing, menghadapi Fenomena bekerja didarat. Seluruh pengalaman, suka dan duka, masa silam bersama saat bekerja dikapal sudah tinggal kenangan, sepakat mengatakan cerita basi.

Didit Setiawan selaku juru masak, kini berusaha dibidang kuliner. Budiman Sihombing selaku waitter dikapal dan  sempat sebagai Manager di beberapa hotel di Batam, kini berdikari dalam usaha biro perjalanan dan Abdul Lubis selaku security officer, saat ini bekerja (Insan Pers). Pertemuan dan pertemanan menjadi sebuah cerita di ruang dimensi keharuan.

Topik demi topik  bergulir menikmati secangkir kopi, tertata senda gurau dan tawa canda, mengilhami semangat kebersamaan, pada bisingnya deru knalpot kendaraan berlalu di terik mentari. Mengiringi arti sebuah persahabatan nan terkadang lazim dilontarkan lebih daripada hubungan saudara sendiri.

“Bercerita pengalaman hidup, jatuh bangun, masing-masing memposisikan titik arti kehidupan. Berawal kekhawatiran dan keresahan pribadi dari paradigma biasanya bekerja dilaut untuk menatap mengubah haluan pekerjaan di darat,dari sisi suka cita maupun sisi duka lara.

“Pertemanan bukan hanya sekedar sebuah basa basi, namun bagaimana agar supaya bisa saling bekerja sama, bermitra, sebuah pencapaian indikator memotivasi diri dalam momentum berkarya ataupun berusaha. Serta merajut tali silaturahmi yang terlupakan oleh proses pendewasaan kemandirian diri  pada pengertian sebuah tanggungjawab dalam segala hal.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top