HMSTimes - What Happened Today? SDN 004 Serantas Butuh Perhatian | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > SDN 004 Serantas Butuh Perhatian

SDN 004 Serantas Butuh Perhatian

HMSTimes.com, Natuna- Murid SDN 004 Serantas berjumlah 80 murid, satu bangunan sekolah berada di desa Serantas, berdiri pada tahun 1978. Lokasi sekolah berdekatan dengan kantor desa Serantas. Letak lokasi sekolah berdiri dibawah lereng gunung. Sebuah kondisi pemandangan kondisi lingkungan sekolah,sangat memprihatinkan ketika HMSTimes.com berkunjung,(29/10/2018).

Gedung sekolah sebagian terlihat kumuh tidak terawat dengan baik, langit langit sekolah (Pafon) sudah rusak dan tumpukan onggokan tanah dibawa air akibat ketika hujan turun,dikarenakan tidak ada Batu penahan tanah. Lebih parahnya kekuwatiaran Rakhman,apabila terjadinya longsor dapat mengancam jiwa para murid,kepada generasi bangsa menuntut ilmu di sekolah SDN 004 Serantas. Jelas kepala sekolah SDN 004 Serantas, pernah mengikuti (SHORT COURSE STUDY TOUR) di Australia, Rakhman,S.Pd, ketika di konfirmasi diruangan kantornya (29/10/2018).

Berhubungan dengan kondisi lingkungan Sekolah menurut penjelasan Rakhman, apabila  keadaan hujan lebat, demi menjaga keselamatan jiwa murid, pihak sekolah menyuruh murid pulang di waktu saat belajar. Sebuah sikap tanggun jawab dari Kekhawatiaran terhadap dampak kondisi tanah turun dari lereng gunung. Lebih parah lagi, lapangan untuk melaksanakan upacara bendera yang dianggap sakral dan wajib sangat tidak layak. Serta kondisi Halaman tempat bermain waktu istirahat belajar juga tidak sesuai standar.

” Kondisi Lingkungan sekolah ini sudah beberapa kali telah disampaikan ke instansi terkait dinas pendidikan kabupaten Natuna . guna melakukan kordinasi pembahasan,dicarikan solusi,namun belum ada tanggapan,bagai angin lalu.”

” Sekolah berharap kepada instansi terkait kepala dinas pendidikan Natuna,semoga dapat turun ke sekolah SDN 004 Serantas melihat kondisi fakta dilapangan. Agar kondisi lingkungan sekolah SDN 004 Serantas,disikapi secara serius,mengantisipasi terjadinya musibah yang dapat mengancam jiwa murid,dari reruntuhan tanah lreng gunung.” Butuh perhatian, sama halnya dengan sekolah-sekolah lainnya.” Tutupnya Rakhman.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top