HMSTimes - What Happened Today? Ratna Sarumpaet Tidak Terima Kegiatan Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Cekcok Dengan Luhut | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Ratna Sarumpaet Tidak Terima Kegiatan Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Cekcok Dengan Luhut

Ratna Sarumpaet Tidak Terima Kegiatan Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dihentikan, Cekcok Dengan Luhut

HMSTimes.com, Toba- Penghentian kegiatan pencarian korban karamnya KM Sinar Bangun diperairan Danau Toba, setelah diperpanjang 3 hari, oleh tim SAR gabungan  pada hari minggu (1/7/2018), hal tersebut ada yang pro dan ada yang kotra.

Pada saat pertemuan antara pemerintah yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Tim SAR gabungan, dan keluarga korban. Dalam kesempatan itu pemerintah dan Tim SAR menyampaikan alasan penghentian pencarian korban kepada keluarga korban.

Dalam pertemuan tersebut aktivis Ratna Sarumpaet cekcok dengan  Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dimana Ratna tidak terima kegiatan pencarian korban dihentikan oleh tim SAR gabungan, seperti yang saat ini viral di media sosial (Youtube, facebook).

Dari sinilah awal cekcok terjadi. pada saat  Luhut Binsar Panjaitan berbicara didepan keluaraga korban diposko Pencarian KM Sinar Bangun dipelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, tiba-tiba Ratna datang dan mengaku bahwa dirinya mewakili seluruh keluarga korban, dia menolak rencana penghentian pencarian korban yang membuat suasana pertemuan menjadi heboh.

” saya cuma mau minta  sama pak Luhut ya…, ini tidak boleh dihentikan, sebelum mayat-mayat korban diangkat semua,  ini persoalan kemanusiaan ”

Lantas Luhut menjawab, saya datang kesini untuk bertemu dengan keluarga korban bukan ketemu dengan anda (Ratna), saya bicara langsung dengan mereka tidak perlu dengan anda.

Sontak membuat salah satu keluarga korban yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut berdiri dan mengatakan kepada Ratna bahwa jangan salahkan pemerintah.

” Jangan salahkan pemerintah, masyarakat juga salah karena tidak menjaga kebersihan” jelas keluarga korban yang mengakui merupakan pesan leluhur.

Saat awak media menanyakan alasan penolakan tersebut,  Ratna menjawab ini aneh titik kapal dan korban sudah diketahui, kenapa justru dihentikan ?, seharusnya semua mayat diabngkat baru dihentikan.

Penghentian tersebut oleh Tim SAR bukan tidak beralasan, pemerintah menyampaikan jika mayat dipaksa diangkat, kemungkinan tidak utuh lagi dan menambah duka buat keluarga.

Kepala SAR Medan sekaligus Koordinator Tim Pencarian KM Sinar Bangun, Budiawan, mengatakan  bahwa ” “Kalaupun diangkat (jenazah korban), mau nggak kita dapat tangan? Tangan siapa itu kita nggak tahu. Mau dapat kepala? Nanti fitnah lagi. Biarlah tenang jasad-jasad di sana. Diangkat pun nantinya dikuburkan juga kok,” tutur nya, dikutip dari detik.com(*)

Berbagai Sumber.

A.Z

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top