HMSTimes - What Happened Today? PT SOS Batam Tidak Bayar Upah Selama Masa Cuti Hamil dan Melahirkan, Disnaker Kota Batam Keluarkan Surat Anjuran PHI | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Ekonomi Bisnis > PT SOS Batam Tidak Bayar Upah Selama Masa Cuti Hamil dan Melahirkan, Disnaker Kota Batam Keluarkan Surat Anjuran PHI

PT SOS Batam Tidak Bayar Upah Selama Masa Cuti Hamil dan Melahirkan, Disnaker Kota Batam Keluarkan Surat Anjuran PHI

Ket: Karyawan PT SOS Cabang Batam, Lincia Donna Simamora.

HMSTimes.com, Batam – Karyawan PT Shield On Service (SOS) Cabang Batam, Lincia Donna Simamora telah tercatat sebagai karyawan sejak Juli 2017 hingga Juli 2018. Lincia mengatakan pada tanggal 24 April 2018, ia mengajukan masa cuti hamil dan melahirkan, pada saat usia kehamilan yang dikandung (Lincia) memasuki masa kehamilan ke sembilan bulan. Salanjutnya pihak PT SOS Batam memberikan cuti kehamilan dan melahirkan.

“Pada saat memasuki usia kehamilan ke sembilan bulan, saya mengajukan surat cuti hamil dan melahirkan ke Perusahaan dimana saya bekerj. Namun selama saya menjalini cuti hamil dan melahirkan, Pihak PT SOS yang beralamat di Jln.Laksamana Bintan, Sei Panas-Batam tidak pernah membayar upah saya selama menjalani masa cuti,”ujar Lincia kepada HMSTimes.com, Sabtu (15/12/2018).

Permasalahan Karyawan PT SOS Batam , Lincia mengaku tidak menerima upah selama masa cuti yakni terhitung 3 Bulan gaji. Setelah mendapat perlakuan dari PT SOS Batam, Lincia memilih untuk melaporkan permasalahan yang ia alami ke Dinas Tenaga Kerja  (Disnaker) Kota Batam.

Ia menambahkan tidak menemukan kesepakatan di Disnaker Kota Batam dengan cara dimediasi. Lincia menyebutkan  harus melanjutkan kasus yang ia alami tersebut ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Tanjung Pinang sesuai Surat Anjuran yang dikeluarkan Disnaker Batam.

“Pihak Disnaker Kota Batam sudah melakukan panggilan mediasi antara Pihak Perusahaan dengan saya selama tiga kali berturut-turut di Disnaker Kota Batam, namun sampai pertemuan ketiga tidak di temukan kesepakatan antara Pekerja dan PT SOS Batam. Perusahaan tetap tidak bersedia membayarkan upah saya selama tiga bulan tersebut”, ujar lincia sambil menunjukan surat anjuran PHI yang dikeluarkan oleh Disnaker Kota Batam.

Dengan tidak ditemukannya hasil kesepakatan di Disnaker Kota Batam, pihak pekerja tetap akan melanjutkan kasus ini ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Tanjungpinang.

“Sesuai surat anjuran PHI yang di keluarkan oleh Disnaker Kota Batam, maka kami dari pihak pekerja akan mengikuti aturan yang berlaku sesuai ketentuan Undang-undang ketenagakerjaan, dan kasus ini sudah saya kuasakan kepada suami saya yang akan menggantikan saya dalam permasalahan ini,” ujar Lincia menambahkan. ( Ls)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top