HMSTimes - What Happened Today? PT. KAP Abaikan Fasilitas Penunjang dan Safety Terhadap Pekerja | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > PT. KAP Abaikan Fasilitas Penunjang dan Safety Terhadap Pekerja

PT. KAP Abaikan Fasilitas Penunjang dan Safety Terhadap Pekerja

HMSTimes.com, Kayong Utara –  Berulang kali di ingatkan kepada perusahaan PT. Kalimantan Agro Pusaka (KAP)  yang berdiri di wilayah Desa Sui Paduan kecamatan Teluk batang Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat.

Tentang penting fasilitas penunjang  Safety (jaminan keselamatan) terhadap para pekerja namun sepertinya tak di gubris.

Seperti yang di ungkapkan salah seorang pekerja yang biasa di panggil Edy bahwa untuk fasilitas sangat tidak memenuhi standar demikian juga terhadap jaminan keselamatan.

Contohnya akses jalan dari dusun Sinar timur/Merantau desa Sui Paduan, klinik kesehatan juga tak tersedia di sana apalagi dokter dan perawatnya.

” Kami di tuntut bekerja dengan sebaik mungkin agar mencapai target yang di tentukan, namun apa yang seharusnya nenjadi hak kami tidak pernah di perhatikan. Barack tempat tinggal kami jauh dari layak dan jalan menuju tempat kerja juga tak di perbaiki hingga memperlambat kami untuk sampai di lokasi kerja,” ungkap Edy kepada HMSTimes.com

Lebih lanjut Edy mengungkapkan bahwa  jaminan kesehatan bagi mereka juga tak ada.

” Tolonglah kami ini, bagaimana kami mau bekerja maksimal kewajiban kami di tuntut sedangkan hak kami tak di perdulikan,  apalagi fasilitas untuk anak sekolah itu jauh dari perhatian, kami berharap kepada Para Aktifis buruh dapat menyuarakan aspirasi kami, untuk di sampaikan kepada pihak manajemen maupun kepada Pemerintah (Dinas tenaga kerja),” tutup Edy.

Belakangan ini juga ada beberapa masyarakat desa mendatangi kepala desa ke kantor desa untuk mempertanyakan masalah plasma yang seharusnya sudah di bagikan pada masyarakat namun sampai hari ini belum juga ada titik terangnya padahal dari lahan plasma sudah di panen hasil yang mencapai ribuan ton.

Seperti pengakuan seorang warga yang biasa di panggil Ipul mengatakan bahwa warga sedang menanti kepastian.

”  Kami sudah berusaha bermediasi dan berkordinasi ke desa untuk mempertanyakan plasma yang jadi hak kami, namun kepala desa mengatakan bahwa ia tidak tahu tentang perjanjian plasma, sebab hal itu dimasa kepala desa lama yakni Yong Ateng, jadi kami sebagai masyarakat jadi bingung harus kemana mencari keadilan.? Apakah menunggu warga marah,?” Ucap Ipul.

Ikang Fauzi selaku ketua kordinator buruh desa Sui Paduan mengaku sudah sering menyampaikan keluhan masyarakat namun tak di gubris.

” Tunjangan beras/natura tak pernah di berikan oleh perusahaan, dalam slip gaji natura di bayar dalam bentuk uang namun uang itu di tarik kembali bila pekerja  mangkir. Padahal dalam UU ketenaga kerjaan bahwa natura tidak mempengaruhi kehadiran. Aturan kerja tidak jelas setiap ada Surat edaran (SE) tak pernah di sosialisasikan langsung pada pekerja,  jadi kami harus mengikuti aturan yang mana?” Tanya Ikang.

Ali. M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top