HMSTimes - What Happened Today? Ponpes Mambaul Khairot Adakan Deradikalisasi Guna Menangkal Paham Radikal. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Ponpes Mambaul Khairot Adakan Deradikalisasi Guna Menangkal Paham Radikal.

Ponpes Mambaul Khairot Adakan Deradikalisasi Guna Menangkal Paham Radikal.

HMSTimes.com Kayong Utara- Pada tanggal 17 Desember 2017 pukul 09.00 sd 12.25 WIB di Aula Pondok Pesantren Mambul Khairat Jalan wolter mongonsidi, kelurahan kauman, Kecamatan Benua Kayong telah dilaksanakan kegiatan Deradikalisasi yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Mambul Khairat dengan Ikatan Alumni Sosiologi Untan dengan  tema implementasi pondok pesantren dalam menangkal paham reladikalisme yang dihadiri sekitar 100 orang.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut :

  1. Ipda Drajat (KBO Satuan Binmas Polres Ketapang)
  2. Safwan Noor (Presiden Asean Muslim Student Asociation)
  3. Jamaluddin(Ketua Ikatan Alumni Sosiologi Untan)

Dalam sambutannya Ipda Sudrajad (KBO Satbinmas Polres Ketapang) mengatakan.

” Saat ini yang terjadi adalah banyak Anak muda yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menjadikan Indonesia terancam,  Seperti yang terjadi di timur tengah Dengan semakin menipis nya sumber energi seperti peristiwa yang terjadi di timur tengah karena bermuara pada hal tersebut,” kata Ipda Sudrajat.

Lebih lanjut Ipda Sudrat menjelaskan.

” Saat ini banyak sekali berita Hoax yang merupakan salah satu cara penyebaran paham radikal dan  hal tersebut arogan langsung diterima begitu saja karena berita tersebut sengaja dibuat untuk memperkeruh situasi, Permasalahan selain bahaya radikalisme yang mengancam adalah narkoba karena jalur transportasi sudah semakin baik untuk masuk ke Ketapang,” tutup Ipda Sudrajat.

Safwan Noor (Presiden AMSA) juga menyampaikan ada beberapa hal yang perlu di perhatikan :

” 1.Radikalisme merupakan cara dari individu dari seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dengan cara ekstrim, salah satu contoh radikalisme adalah Ahmad Musyafik yang merupakan pimpinan gerakan fajar nusantara yang mengaku sebagai Nabi. Banyak pengikut dari paham radikalisme yang berpendidikan tinggi yang sangat mudah dimasukan paham tersebut, peran santri di Indonesia sangat tidak diragukan dengan gerakan islam, hal ini yang selalu dijaga agar tidak melenceng dari Pancasila.

Peran muslim di Indonesia dalam merawat kebangsaan adalah hal penting,di pesantren merupakan tempat pendidikan agama yang baik untuk menangkal paham radikalisme.

2.Semua Agama, Suku, Ras, Berpotensi Melakukan Tindakan Radikalisme tanpa melekatkan pada satu agama atau pun 1 kelompok saja.

3.Islam memandang radikalisme tidak sesuai dengan ajaran, khususnya Indonesia yang menganut islam moderat, dengan masyarakat multikultural, bahwa paham ini tidak senafas dengan Islam Toleransi di Indonesia

4.Pondok Pesantren merupakan pintu gerbang dalam pembentukan akhlaq santriwan/santriwati, dalam menanamkan ajaran-ajaran islam secara utuh dalam rangka memperkuat karakter dan mentalitas ideologis dalam upaya menangkal paham radikalisme untuk menciptakan Islam Rahmatan Lil Alamin, ” kata Safwan noor.

Lebih lanjut safwan menjelaskan.

”  Indonesia sedang menghadapi perang asimetris, karena cadangan SDE dan SDA Indonesia yang sangat strategis, dan menjadi perebutan negara-negara adikuasa,  maka Radikalisme dan Terorisme Merupakan Cara yang efektif dalam memecah belah elemen bangsa untuk memperlemah kondisi suatu negara, agar mempermudah penguasaan SDA dan SDE,” jelas Safwan noor.

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top