HMSTimes - What Happened Today? Polisi Ungkap Dua Lokasi Perjudian Di Batam | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Polisi Ungkap Dua Lokasi Perjudian Di Batam

Polisi Ungkap Dua Lokasi Perjudian Di Batam

HMSTimes.com, Batam-Jajaran Satuan Reskrim Polresta Barelang mengamankan tujuh tersangka dalam penggerebekan di dua lokasi perjudian yang berbeda di Kota Batam, Rabu (18/4/2018). dari penangkapan pertama Gelanggang Permaianan (Gelper) kawasan Kampung Aceh, Jumat lalu (13/4/2018) sekitar pukul 16.00 WIB, empat orang tersangka berinisial MM, 27, FN, 29, SB, 31, dan SM, 20.

Saat penangkapan itu kita mendapatkan satu unit mesin permainan tembak ikan dan uang tunai sebanyak Rp4 juta. “Satu juta rupiah, yang didapat dari hasil kemenangan pemain, dan sisanya kita amankan dari pengawas gelanggang permainan ini,”ungkap Kapolres Barelang Kombes Pol Hengki kepada wartawan.

Hengki menerangkan, Kita mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada aktivitas perjudian yang disamarkan dengan gelanggang permainan di lokasi tersebut. Sementara itu, dari penangkapan di lokasi kedua, permainan judi bola di KTV Pesona, di Kecamatan Lubuk Baja, pada Minggu lalu(15/4/2018). sekitar pukul 23.30 WIBtiga orang tersangka berinisial HA 40, PT, 35, dan EM, 39.

Saat penangkapan itu kita berhasil mengamankan uang pecahan 50.000 sebanyak Rp1.500.000 hasil kemenangan pemain, 15 voucher berwarna hijau dengan tulisan 100 yang bernilai Rp100.000 untuk masing-masing voucher. Satu tabung berwarna kuning untuk mengguncang bola pimpong, 24 buah bola pimpong yang bertuliskan angka dari satu sampai 24, dan beberapa alat lain yang ada di lokasi.

“Kita mendapat informasi dengan adanya tindak pidana perjudian, Jenis permainan pimpong di lokasi tersebut, jelasnya

Saat polisi tiba di lokasi, sejak pukul 21.00 WIB terus mengamati dan mengawasi aktivitas perjudian ini. “Setelah kemudian menemukan siapa target dan pelaku permainan ini, pada pukul 23.30 WIB tim langsung melakukan penangkapan terhadap orang yang diduga pelaku tersebut.

Tersangka dan barang bukti kemudian diamankan ke Mapolresta “ terang Hengki

Kini tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja hijau. Penyidik menjeratnya dengan  Pasal 301 ayat 1, 2, dan 3 juncto pasal 303 Bis pasal 55 KUH Pidana dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Rega

Editor : A.Z

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top