HMSTimes - What Happened Today? Polda Kepri Musnakan 12 Ton Diduga Bahan Baku Pembuatan Obat Keras | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Polda Kepri Musnakan 12 Ton Diduga Bahan Baku Pembuatan Obat Keras

Polda Kepri Musnakan 12 Ton Diduga Bahan Baku Pembuatan Obat Keras

HMSTimes.com, Batam – Polda Kepri melakukan kegiatan pemusnahan barang bukti Ditresnarkoba yang dilaksanakan di PT. Desa Air Carga, Kawasan Pengelolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil, Batam, Jumat (17/11/2017).

“Pelaksanaan pemusnahan dilakukan dengan menggunakan incenerator yang merupakan alat pembakaran yang dioperasikan dengan menggunakan teknologi pembakaran dengan suhu tertentu, sehingga hasil pembakaran berupa debu sangat minim dan hasii pembakaran berupa gas, ramah terhadap lingkungan” jelas Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Drs Erlangga, Jumat (17/11/2017).

Kegiatan yang hadiri Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Sam Budigusdian, MH, Kepala Badan POM RI diwakili Oleh Kepala Balai POM Kepri, Kajati Kepri diwakili oleh Asipidum Zulbahri B. SH, MH, Kajari Tanjung Pinang diwakili Oleh Kasipidum Safari. Sh, Wali Kota Batam diwakili oleh Wakil Wali Kota Batam, Dir Narkoba Polda Kepri, Kabid Humas Polda Kepri, Kepala BNNP Kepri, Kapolres Bintan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Ketua GRANAT Batam, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kepala Bea Dan Cukai diwakili oleh Kasi Intelijen, Pimpinan PT. Desa Air Cargo.

Berawal dar informasi masyarakat bahwa akan ada pengiriman obat-obatan dari Batam ke Jakarta melalui peiabuhan Sri Bayintan – Kijang. Anggota Unit Reskrim Polsek Bintan Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman, Sh, Sik melakukan penangkapan terhadap 2  unit lori di depan gudang PT Murti Trasindo cabang Kijang, Sabtu (2/9/2017) lalu. Setelah diperiksa di dapati di daiam 2 unit mobii tersebut terdapat drum yang berisikan serbuk berwarna putih.

Kemudian dilakukan interogasi terhadap pelaku pembawa barang. Pembawa barang mengakui bahwa serbuk tersebut adaiah bahan baku obat, dan masih ada 1 unit lori iagi yang berada di pelabuhan tikus Tanjung Uban. Dari keterangan saudara pelaku bahwa pemilik barang tersebut berada di Kota Batam yang berinisial LS. Kemudian dilakukan penangkapan terhadap saudara LS di Kota Batam.

Dari keterangan LS pihak Kepolisian terus dikembangkan. LS mengakui disuruh oleh saudara ES ialu dilakukan penangkapan terhadap saudara ES di Kota Batam.  LS juga mengakui yang mengantar barang ke gudang adalah saudara BA, seianjutnya dilakukan penangkapan terhadap saudara BA. Atas  keterangan dari saudara ES dan BA bahwa mereka disuruh oleh seseorang yang berinisial RS alias FR yang berada di Jakarta.

Kemudian anggota Unit Reskrim Polsek Bintan Timur dan anggota Satres Narkoba Poires Bintan melakukan penangkapan terhadap saudara RS alias FR di Jakarta, Minggu (10/9/2017). Lalu RS alias FR mengatakan bahwa pemiiik barang adalah saudara MA.

Pelaku bersama rekannya dikenakan pasal 61, pasal 62, dan pasal 63 UU RI Nomor 5 Tahun 1997, Tentang Psikotropika dan pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, Tentang Kesehatan.

Dari tersangka diamankan 480 drum, yang masing-masing drum berisikan 25 kilo gram serbuk berwarna putih, diduga bahan baku pembuatan obat keras. Total yang diamankan seberat 12 ton.

Salah satu jenis bahan baku yang diamankan yakni Carisoprodol, merupakan bahan baku obat ·25 kilogram, dan setelah dilakukan Uji Laboratorium Di Labkrim Mabes Polri Cabang Medan didapati 2 drum mengandung Psikotnopika golongan IV jenis diazepam dengan berat kurang lebih  50 kilogram. PCC (Paracetamoi, Cafein, Carisoprodol) yang saat ini tengah viral yang sudah memakan korban jiwa di daerah Kendari-Sulawesi Tenggara.

Dari jumlah  12 ton, Jumlah di musnahkan seberat 11.923.499  gram. Sisanya untuk penelitian ke BPOM Kepri  500 gram, untuk penelitian di BNNP Kepri  113 gram, untuk dikirim ke Puslabfor Polri Cabang Medan 158.1  gram, dan untuk pembuktian dipengadilan : 150 gram.*

Sr

Sumber humas Polda Kepri

Editor: A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top