HMSTimes - What Happened Today? Polair Amankan Kapal Ikan Asal Vietnam di Perairan Natuna Utara | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Polair Amankan Kapal Ikan Asal Vietnam di Perairan Natuna Utara

Polair Amankan Kapal Ikan Asal Vietnam di Perairan Natuna Utara

HMSTimes.com, Batam- Jajaran Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Kepri menangkap 2 Kapal Ikan Asing (KIA) Ilegal asal Vietnam di perairan Natuna Utara, pada Rabu ( 12/9/2018).

Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta mengatakan, penangkapan terhadap kapal itu bermula dari kegiatan patroli yang dilakukan oleh anggotanya dengan kapal patroli baladewa -8002 melaksanakan patroli.

Dari patroli, kami mendeteksi adanya dua Kapal Ikan Asing (KIA). Masuk ke perairan Kepri, sekitar pukul 2.00 WIB pagi.

“Dari hasil pemeriksaan itu, diketahui kapal tersebut menangkap ikan dan tampa memiliki dokumen yang lengkap dan sah serta ditemukan warga negara asing yang bekerja di kapal tersebut,” ungkapnya, saat menggelar konferensi pers di Pelabuhan Batu Ampar, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan itu, diketahui kapal tersebut yang diamankan adalah BT 92684TS dan BT 93528 TS  kapal ini berasal dari Vietnam.

“Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa ikan campuran seberat 1 ton dan alat bantu tangkap 2 unit, GPS, jaring, radio yang berbagai merek serta para 12 orang ABK,” ucapnya.

Dijelaskannya, Karena tidak bisa menunjukkan dokumen resmi, selanjutnya kapal tersebut beserta seluruh ABK dibawa ke Pelabuhan Batu Ampar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Mereka diduga melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud dikenakan pasal 93 ayat 2 undang undang no 31 tahun 2004 dengan pidana paling lama 6 tahun dan denda paling banyak dua miliar rupiah,” tuturnya.

Dalam konferensi pers itu dihadiri  oleh Dir Pol Airud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta T, Sik, KA PSDKP, Kasubbagrenmin Bidhumas Polda Kepri, dan Komandan Kapal KP. Baladewa.

(Rega)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top