HMSTimes - What Happened Today? Perhimpunan Melayu Raya Natuna Telah Diresmikan, Bupati Natuna : Bukan Untuk Kepentingan Satu Golongan dan Politik | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Perhimpunan Melayu Raya Natuna Telah Diresmikan, Bupati Natuna : Bukan Untuk Kepentingan Satu Golongan dan Politik

Perhimpunan Melayu Raya Natuna Telah Diresmikan, Bupati Natuna : Bukan Untuk Kepentingan Satu Golongan dan Politik

Bupati Natuna, salam komando dengan Wakapolda Kepri.

HMSTimes.com, Natuna – Bupati Natuna Drs.H.Abdul Hamid Rizal,M.Si tiba di gedung seri serindit di jalan Yos Sudarso, Ranai, (15/3/2019), mengenakan busana serba  hitam, dan memakai tanjak, ciri khas kebesaran adat melayu melekat di kepala orang nomor satu di kabupaten Natuna. Menghadiri agenda penabalan Perhimpunan Melayu Raya sebagai wadah pemersatu bangsa dalam keanekaragaman.

Dengan ciri khas yang selalu ramah, yang selalu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh koleganya, dan atau para awak media, serta ringan berjabat tangan dengan seluruh tamu undangan yang berada dihadapannya, saat melintasi jalan menuju sofa. Tempat dimana duduk sang bupati, yang telah di persiapkan, bersama Wakapolda Kepri, Brigjen Pol,Drs,H.Yan Fitri Halimansyah,MH.

Dengan santainya tapi serius, menyimak dan meperhatikan seluruh rangkaian kegiatan formal yang dihadirinya. Inilah sikap yang terpancar dari aura kharismatik seorang bupati Natuna H.Hamid, asli putra daerah melayu pulau penyengat, sesuai penjelasannya pada suatu hari,  dalam salah satu pidatonya.

Postur tubuh tampang tinggi semampai, saat pidato gaya bicara berapi-api, tegas, selalu berbagi pengalaman panjang hidupnya dalam berkarir, hingga lika-liku rangkaian perjalanan karir politiknya, kini menjabat sebagai ketua DPW PAN Provinsi Kepri. Sederetan cerita panjang, berupa pengalaman hidup, umpama sebuah  dokumenter, tersimpan rapi pada usianya yang tidak muda lagi.

Pria berkumis tipis, sangat pantang baginya jika kesiapan panitia pelaksana dalam sebuah kegiatan formal Pemkab Natuna yang terkesan asal-asalan. Salah satu contoh saat pelantikan 36 PNS dilingkungan Pemkab Natuna, di gelar belum lama ini. Timbulnya suara  storing dari perangkat sound system, sontak dirinya kaget dan dan spontanitas jiwa seorang pemimpinnya bereaksi, dengan pandangan tajam, menegur panitia pelaksana dengan bijaksana.

“Acara akan terlaksana dengan baik acuannya itu dari kesiapan panitia”. Tegasnya yang juga tidak menyukai jajarannya merasa pintar sendiri, dan sombong dengan jabatan yang di percayakan sebagai amanah. Selalu menghimbau seluruh jajaran di Pemkab Natuna  mempersembahkan kinerja yang  baik sesuai fungsi dan tugas, sebagai upaya untuk menciptakan kinerja jajarannya yang profesional dan smart.

Kini dirinya telah dinobatkan sebagai pembina Perhimpunan Melayu Raya kabupaten Natuna, tolak ukur jiwa kepemimpinannya menjadi perpaduan eksistensi jabatan, dalam berkarya di usia senja.

Tidak tertutup kemungkinan juga, sejurus estetika pengabdian dan serta amal ibadahnya kepada tumpah darah tanah air dan kepada seluruh komponen masyarakat di setiap kebijakannya, selaku pemangku jabatan (BP 1 N), yang terus berupaya ingin mensejahterakan masyarakat kabupaten Natuna, di laut sakti rantau bertuah, wilayah  ujung Utara Negara Kesatuan republik Indonesia.

Sebuah Interpretasi diberikan bupati Natuna atas pengukuhan pengurus Perhimpunan Melayu Raya kabupaten Natuna, (wadah pemersatu dalam keanekaragaman), berjalan dengan semangat kebersamaan, bercermin daripada perbedaan latar belakang suku para tamu undangan yang hadir. konseptual berlangsungnya acara dengan suasana pernak pernik identik kebudayaan melayu.

Gurindam 12, tarian Kesenian budaya melayu, pantun dalam kata sambutan, disertai gemuruh yel yel para seluruh pengurus Perhimpunan Melayu Raya, (Siapa kita…Indonesia, Dimana Kita…Melayu Raya, Melayu Raya…Kita bersaudara). Menyemarakkan waktu bergulir,hingga tepat pada waktu  gilirannya bupati Natuna H.Hamid Rizal, untuk menyampaikan sepatah dua patah kata, bahasa kiasan, rasa hormat mempersilahkan, oleh sang pembawa acara.

Kata sambutan Bupati Natuna mengatakan, semoga Perhimpunan Melayu Raya harus mampu  sebagai media atau wadah untuk terus menjaga rasa persaudaraan dan menjaga stabilitas persatuan. Besar harapan dirinya  dengan penabalan Perhimpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna, dapat menjadi instrumen sinegritas bersama, mendukung percepatan pembangunan kabupaten Natuna dan serta dapat mengintervensi radikalisme.

Dengan tegas Bupati Natuna  Hamid Rizal mengatakan, Perhimpunan Melayu Raya yang secara resmi telah di kukuhkan oleh pembina utama, agar supaya tidak ditumpangi yang berhubungan langsung dengan program kepentingan satu golongan dan atau politik.” Keanekaragaman yang ada harapannya merupakan bentuk peradaban untuk terus mewujudkan rasa persatuan, kebersamaan dan persaudaraan yang aman dan damai”.

Jelasnya dihadapan Wakapolda Kepri Brigjen Pol.Drs.H.Yan Fitri Halimansyah, Ketua DPRD Natuna Yusripandi, Wakil Ketua 1 DPRD Natuna Hadi Candra, Ketua Komisi 1 DPRD Natuna Wan Sofian, Sekda Natuna Wan siswandi, Danlanud Raden Sadjad Ranai Kolonel (Pnb) Halim Prasetya,SH, Wakapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto,SIK Ketua LAM Natuna H.Wan Zauwali, Ketua MUI Natuna Mustofa Sis, FKPPI, Ketua Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Natuna, Roy Parlin Sianipar beserta jajaran pengurus. KOMUNA. Serta seluruh tamu undangan yang lainnya menghadiri.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top