HMSTimes - What Happened Today? Pedagang Eks Penggusuran Kecewa Karena Tidak Di Sediakan Tempat Bagi Mereka. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Pedagang Eks Penggusuran Kecewa Karena Tidak Di Sediakan Tempat Bagi Mereka.

Pedagang Eks Penggusuran Kecewa Karena Tidak Di Sediakan Tempat Bagi Mereka.

HMSTimes.com, Ketapang- Tanggal 23 oktober 2017. Sejak pagi para pedagang expenggusuran berbondong-bondong mendatangi Dinas Perindagkop, guna meminta kejelasan dan pertanggungjawaban atas penggusuran terhadap tempat usaha mereka.

Sekitar 20 orang perwakilan pedagang di terima langsung oleh Kadis Perindagkop Toni jaya dan sekretaris Eldiyanto masuk dalam ruangan utk beraudiensi.

Diawal pembukaan yang di moderatori langsung oleh Eldiyanto, setelah memberi salam langsung membuka  sesi tanya jawab yg berikan kesempatan kepada para pedagang. Dalam kesempatan itu Jamaludin selaku kordinator para pedagang menuturkan, “kenapa kami di gusur dengan cara yang tidak manusiawi, kenapa dan sejauh mana pendataan terhadap pedagang kecil yang ada saat ini? Saya ingin agar kami di data dan di bina sebaik mungkin. Saya selaku timses pemenangan Bupati merasa kecewa sekali atas perlakuan yang sangat arogan ini. Adam selaku kordinator pedagang ikan menyanyakan”mau di  bawa kemana kami ini, apakah masih ada pemimpin untuk kami, masih adakah yang mengasihani kami.”  Para pedagang sepakat menyatakan sikap bahwa kami tidak akan mau di relokasi jika ada satu saja teman kami yg tidak dapat tempat. Maya mempertanyakan kenapa pasar yang ada yang di anggap ilegal itu tidak di bina dan dijadikan pasar desa agar menjadi pasar yg legal yang bisa berkontribusi kepada pemda? Tutupnya.

Eldiyanto di kesempatan itu memaparkan kronologi dan apa penyebab di gusurnya lapak para pedagang. Menurut Eldiyanto tempat yang di jadikan pasar itu ilegal dan tak pernah berkontribusi pada daerah.

Toni jaya selaku Kadis sempat meminta maaf kepada para pedagang dan mengakui kesalahan.” Saya mohon maaf karena selama ini kami belum pernah bersosialisasi kepada bapak ibu”ucap Toni jaya seraya di soraki para pedagang.

Isa Anshari ketua Front Pembela Rakyat Ketapang(FPRK) yg mengawal masalah ini yang juga ikut hadir menuturkan,”bahwa bnyak kejanggalan dalam penggusuran ini, ada banyak tempat tempat ilegal yg berdiri di kota Ketapang kenapa tidak di tertibkan? Seperti pasar-pasar di Jl Diponegoro kafe remang di Kolam dan juga pelabuhan milik orang kaya yg belum jelas ijinnya kami punya data yang lengkap tutur Isa. Kenapa justru Pemda begitu nafsu untuk membongkar pasar H Bj Hamdi, ada apa ini…? Kami tidak main main hal ini akan kami lanjutkan setelah dari sini kami akan ke Polres membuat laporan. Bupati Kadis Perindag dan Kasad PolPP harus bertanggung jawab. Pemda telah melecehkan intitusi negara yakni DPRD, risalah audiensi yang di tanda tangani ketua Dewan Budi mateus yang meminta penundaan pembongkaran sebelum ada pertemuan antara pedagang dan Bupati, namun hal itu tidak di indahkan. Ini menyangkut hajad hidup orang banyak, kami akan laporkan kasus ini ke KOMNASHAM tegas Isa Anshari.

Isa Anshari juga meminta agar Kadis bersama- sama para pedagang untuk datang ke pasar Rangga Sentap guna mengecek tempat yang katanya sudah di sediakan oleh pemda.

Setelah di lakukan croscek dilapangan ternyata lapak yang tersedia hanya ada 30an lapak.Sedangkan pedangang yang terdata expengusuran berjumlah 300an orang.

Para pedagang mengaku kecewa dgn kejadian ini. Kenapa tempat jualan kami di robohkan sedang tempat lain bagi kami belum disediakan ucap Adam kesal, kami akan kembali berjualan di lapak lama kami meski ngampar di tanah. Kami butuh makan dan kami mesti bayar tagihan berapa bnyak kerugian kami ? Saya sudah rugi 30an juta karena semua barang saya hancur aku Assari kepada HMSTimes.com

Marwi juga mengaku di ancam oleh pedagang yang sudah nempati lapak yang ada di pasar Rangga Sentap. “Jangan cam macam lek Marwi menirukan.”

Ali.M

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top