HMSTimes - What Happened Today? Nurul Huda : Masih Kolaps, Tahun Kemarin Star Energy Belum Bisa Kucurkan CSR | HMSTIMES
You are here
Home > HMSFinance > Energi > Nurul Huda : Masih Kolaps, Tahun Kemarin Star Energy Belum Bisa Kucurkan CSR

Nurul Huda : Masih Kolaps, Tahun Kemarin Star Energy Belum Bisa Kucurkan CSR

Nurul Huda, Kasubbag Hulu Migas Kabupaten Natuna

HMSTimes.com, Natuna – Kasubbag Hulu Migas Kabupaten Natuna, Nurul Huda di ruangan kerjanya, Jalan Batu Sisir – Bukit Arai, Kamis Siang 13 Juni 2019. Mengatakan, Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kepedulian sosial suatu perusahaan terhadap masyarakat di sekitar melalui berbagai kegiatan Dengan kata lain, tanggung jawab sosial suatu perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar dari operasi usaha-usahanya.

Nurul Huda mengatakan, khusus sektor ulu migas kegiatan tahun ini diantaranya adalah taman bermain di Pantai Kencana akan dilanjutkan di beberapa titik kosong, mendukung kegiatan geopark yang diusulkan dari pariwisata serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) objek wisata.

“Tahun kemarin, CSR yang diterima dari dua perusahaan sekitar 1 milyar. Tahun ini mungkin 1 milyar lebih. Dua perusahaan yang memberikan CSR yakni, Primier Oil dan MEDCOENERGI. Tahun kemarin perusahaan Star Energy belum bisa mengucurkan CSR dikarenakan sedang kolaps,” katanya.

Menurut Nurul Huda, CSR yang diberikan kepada masyarakat selama ini sangat efektif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.  Tahun ini, Nurul Huda mengatakan, CSR dari perusahaan migas masih dalam tahap pembahasan. Apabila sudah selesai pembahasan, perusahaan akan mengundang pemerintah daerah dan menyampaikan anggaran yang bisa dikucurkan dengan kegiatan yang diprioritaskan.

Lanjutnya Nurul Huda memaparkan, pengucuran CSR oleh perusahaan migas selama ini adalah berkelanjutan. Dikarenakan Pemkab Natuna mempunyai tim CSR khusus hulu migas. Tim, melakukan pembahasan dan pelaksanaan. Begitu di rencanakan, tim ini akan langsung menjemput bola untuk mengusulkan dan rapat dengan beberapa perusahaan.

“Saya khusus di bagian CSR migas saja. Di awal tahun kami mengusulkan, setelah diusulkan kepada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang migas, nanti akan dibahas di intern perusahaan masing-masing sesuai dengan kemampuan anggaran mereka. Kemudian, perusahaan akan memfasilitasi kegiatan – kegiatan yang sudah menjadi skala prioritas bagi daerah. Sekitar bulan September mereka eksekusi,” jelasnya Nurul Huda.

Dan juga CSR ini tidak berupa uang tapi berupa barang, dan semua dikerjakan oleh perusahaan. Setelah dikerjakan, akan di serahterimakan kepada pemerintah daerah. Begitu di serahkan kepada pemerintah daerah, otomatis menjadi tanggungjawab bagian aset, dan bagian aset nantinya yang menyerahkan kepada pengelola masing-masing dinas. Salah satu contoh, taman bermain yang ada di pantai Kencana, diserahkan kepada Dinas Perkim Natuna untuk menjadi pengelolanya.

Sektor migas, masyarakat ataupun kelompok tidak bisa langsung mengajukan CSR kepada perusahaan migas, koordinasinya melalui pemerintah daerah. Jadi, dari kelompok mengajukan ke pemerintah daerah, kemudian pemerintah daerah akan memfasilitasi melalui tim yang sudah dibentuk dengan melihat skala prioritas yang dibutuhkan saat itu.

Untuk menjemput bola di perusahaan-perusahaan, harus ada tim CSR untuk koordinasi, tidak bisa lepas-lepas, kalau lepas-lepas, Nurul Huda mengatakan itu namanya sponsorship. Kalau satu kelompok mau membuat suatu acara atau kegiatan, bisa saja langsung ke perusahaan migas, tapi bunyinya bukan CSR melainkan sponsorship. Sponsorship ini anggarannya di bawah 20 juta, itupun kegiatannya dibuat dulu dan bayar sendiri, harus ada kwitansi dan dokumentasi, kemudian diajukan ke perusahaan, nanti perusahaan menggantinya disesuaikan dengan anggaran mereka.

“Saat ini Tim CSR Kabupaten Natuna belum terbentuk, sementara ini kita pisah sesuai sektornya, ada perbankan, BUMN dan migas. Kalau sudah terbentuk CSR Kabupaten, otomatis semua sektor akan masuk kedalam tim CSR Kabupaten,” jelasnya Nurul Huda memberikan pemahaman rangkaian teknis CSR kepada HMSTimes.com dan rekan.

(Abdullah Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top