HMSTimes - What Happened Today? Masyarakat Petai Patah Tolak Rencana Masuknya Perusahaan Tambang | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Masyarakat Petai Patah Tolak Rencana Masuknya Perusahaan Tambang

Masyarakat Petai Patah Tolak Rencana Masuknya Perusahaan Tambang

Beberapa Warga Desa Petai Patah Saat berbincang tentang Rencana Pertambangan.

HMSTimes.com, Ketapang, Sandai – Masyarakat Desa Petai Patah, Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang menjadi resah, sejak adanya rencana masuknya Perusahaan Pertambangan di wilayah mereka. Pasalnya sejak awal masyarakat sekitar merasa lebih nyaman tanpa adanya perusahaan.

Penolakan masyarakat tersebut bukan Tanpa alasan, dimana belakangan ini warga desa yang kesehariannya bisa bekerja dengan tenang, kini menjadi was-was, sejak adanya rencana masuknya perusahaan.

” Warga desa kami sekarang menjadi resah, dengan adanya rencana perusahaan tambang yang akan masuk, dimana warga kami ditakut-takuti dengan aparat, sekarang saja di lokasi ada anggota dari kesatuan Brimob yang berjaga, belum lagi perusahaan berdiri, apalagi jika sudah berdiri maka kami akan sulit untuk bisa bekerja,” ketus  salah satu warga Petai Patah yang minta namanya tidak disebutkan.

Warga tersebut menambahkan bahwa dirinya sadar, apa yang dilakukan warga selama ini menambang secara ilegal, namun itulah satu satunya kerjaan yang bisa dilakukan warga di Desanya saat ini.

” Kami sadar apa yang dilakukan warga selama ini memang ilegal, tapi hanya inilah yang dapat dilakukan warga, karena tidak ada lagi kerja lain untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, pada prinsipnya kami akan ikuti aturan pemerintah asal kami diarahkan, dengan cara kerja manual,” tambahnya lagi.

Suji Tokoh Pemuda Pemerhati Lingkungan menuturkan, bahwa 70-80% (Persen) warga tidak setuju masuknya perusahaan tambang.

” 70 hingga 80 persen Masyarakat kami tidak setuju masuknya perusahaan tambang, karena mengingat tidak adanya sosialisasi dari pihak perusahaan selama ini, dan kami tidak mau nantinya timbul dampak negatif yang menimpa warga desa kami dan sekitarnya,” tutur Suji.

Kepada HMSTimes.com, Suji menyampaikan bahwa sebagian besar tokoh masyarakat juga tidak setuju, namun hanya segelintir orang saja yang menyetujui.

” Tokoh masyarakat sebagian besarnya menolak adanya rencana perusahaan tambang, hanya segelintir orang yang menyetujui, karena yang menyetujui itu adalah orang-orang yang berkepentingan,”kata Suji saat bertemu HMSTimes.com (5/3/2019).

Suji juga menuturkan kalau adanya dugaan manipulasi data/ pemalsuan tandatangan warga yang dilakukan oleh oknum.

” Kami tau jika ada perusahaan masuk akan membuka peluang kerja, namun itu hanya bisa dinikmati segelintir orang, dan tentu penghasilan terbatas, selama ini warga sudah bisa menikmati hasil kerjanya dengan cara manual yang mana hal ini sudah berlangsung sejak tahun1998, sekarang lokasi itu ditutup dan dijaga aparat,” lanjut Suji menuturkan.

Sebagian besar masyarakat berharap agar pemerintah bersikap bijak dalam hal ini, karena menyangkut hidup masyarakat banyak. Masuknya Perusahaan emang berdampak meningkatkan pendapatan daerah maupun negara, namun pikirkan juga nasib dan kepentingan masyarakat, tutupnya.

(A.M)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top