HMSTimes - What Happened Today? Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Sangat Kecewa Adanya Tari Erotis Di Engku Putri. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Sangat Kecewa Adanya Tari Erotis Di Engku Putri.

Komisi Pengawasan Dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Sangat Kecewa Adanya Tari Erotis Di Engku Putri.

HMSTimes.com, Batam- Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, sangat menyayangkan adanya tari erotis pornoaksi yang terjadi di engku putri, pada sabtu (14/4/2018) kemaren

Erry syahrial, komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri, mengatakan “sangat menyayangkan adanya tari erotis pornoaksi yang terjadi di engku putri, sabtu (14/4/2018) kemaren, karna saat itu ada anak-anak yang nonton, dan acara yang dilakukan di siang hari di ruang publik membawa dampak luas bagi masyarakat,”.

Ia juga menambahkan, KPPAD lagi terus berupaya menyelamatkan anak-anak kita khususnya anak Batam, agar punya moral dan pribadi yang baik, tentu semua harus diperhatikan, tarian ini sangat mengganggu pertumbuhan perkembangan anak kalau dilihat oleh anak-anak.

“Sesuai UU perlindungan anak-anak dan UU pornografi, bahwa anak-anak harus dilindungi dari segala macam bentuk pornografi dan pornoaksi yang bisa merusak mental dan moral anak,” ujarnya, Selasa (17/4/2018).

kami minta proses hukum dilakukan terhadap panitia dan oknum yang terlibat dalam aksi ini, sehingga menjadi pembelajaran bagi masyarakat.

Kasus ini harus dituntaskan agar kasus seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari, proses hukum berjalan sehingga masyarakat yang sedang bergaduh karna adanya aksi ini bisa baik kembali.

“kita punya komitmen bagaimana Batam benar-benar Madani, tidak tercoreng

oleh aksi yang merusak baik terhadap anak maupun masyarakat umum,” ujar erry.

Kita akan berkoordinasi dengan unit penyidik yang melakukan penyidikan terhadap kasus ini, kita melihat dari sisi pasal yang diterapkan seperti apa, dan mengawasi proses ini berjalan seperti ini, yang jelas proses ini jelas sesuai dengan penegak hukum.

Walau pun dari panitia dan penari sudah minta maaf, kita akan tetap mengawal proses hukum dan harus di proses sesuai dengan keputusan pengadilan, kalau dilihat dari tariannya sudah termasuk dalam kategori pornografi dan pornoaksi, tutupnya.

Yuyun

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top