HMSTimes - What Happened Today? Karena APD Tidak Lengkap, Di duga 2 Pegawai Honor RSUD Natuna Terkontaminasi Bahan Berbahaya Dan Beracun | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Karena APD Tidak Lengkap, Di duga 2 Pegawai Honor RSUD Natuna Terkontaminasi Bahan Berbahaya Dan Beracun

Karena APD Tidak Lengkap, Di duga 2 Pegawai Honor RSUD Natuna Terkontaminasi Bahan Berbahaya Dan Beracun

HMSTimes.com, Natuna-Menjalankan tugas dan fungsi jurnalistik yaitu menginformasikan berita berimbang dan sesuai fakta dari liputan serta konfirmasi di lapangan, dimaksud agar ada perimbangan dalam pemberitaan.

Terkait hal ini pada Tgl 22 Agustus 2017 awak media ini, melakukan liputan di lokasi pengolahan limbah B3 di RSUD Natuna.

Dihadapan kedua pegawai honor RSUD Natuna yang berpakaian berwarna biru di lokasi,awak media ini menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. Spontanitas salah satu dari pegawai honor pengolahan limbah B3 tersebut menjawab dengan jawaban klasik,yaitu kami tidak tahu pak,kalaupun kami tahu bagus kami bilang tak tahu aja,ini Perintah atasan. Harus ijin atasan,Kalau bapak mau cari tahu,Bagus langsung aja sama ibu Suhana.”Jelasnya salah satu petugas Pengelolaan limbah B3

Hasil pertemuan dengan 2 pegawai honor pengolahan limbah B3 RSUD Natuna yang tanpa Personal Protective equipment (PPE) atau yang biasa kita sebut Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Pengarahan dari mereka yaitu 2 pegawai honor tersebut untuk menemui Suhana,berkompetensi untuk dikonfirmasi atau yang bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang membidangi kelengkapan PPE atau ADP pengelohan limbah B3 RSUD Natuna.”Sekalian tolong ditanyain kapan diadakan perlengkapan keselamatan yang lainnya bang.” harapnya salah satu pegawai honor di lokasi pengolahan limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun RSUD Natuna

Bentuk upaya dan usaha awak media untuk menyimpulkan sebuah berita yang berimbang dan faktual,pada tanggal 23 Agustus 2017,awak media  mencoba menemui Suhana di RSUD Natuna, tetapi Suhana tidak di tempat.

Karena yang bersangkutan tidak di tempat, awak media mengkonfirmasi via telepon selulernya, dan awak media menerangkan maksud dan tujuan konfirmasi mereka, tapi  anehnya suara yang menjawab konfirmasi tersebut bukan suara perempuan, melainkan suara pria. Dalam komunikasi tersebut, orang yang berbicara  mengakui bahwa nomor yang dihubungi awak media benar nomor Suhana. Tetapi Suhana sendiri tidak mau menjawab konfirmasi dari awak media, siapa sih sosok yang diberi wewenang oleh Suhana untuk menjawab konfirmasi awak media ? Dan orang tersebut juga mengatakan harus ijin ke pimpinan RSUD Natuna. Terkait tujuan konfirmasi yang ingin dilakukan oleh awak Media ini.

Handphone langsung dimatikan. Sungguh aneh sikap orang yang dianggap berpendidikan dan sebagai publik figur untuk melayani masyarakat, berkomunikasi ala preman.

Suhana tidak mau menjawab konfirmasi awak media, besar diduga ada “Sesuatu” yang di sembunyikan Suhana sehingga takut untuk di tanyain awak media. Konfirmasi terkait yang berhubungan langsung dengan tanggung jawab dan fungsinya dalam pengolahan limbah B3 RSUD Natuna, yang dimaksud untuk memberikan sajian berita  yang berimbang kepada masyarakat.

(Lubis/tim)

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top