HMSTimes - What Happened Today? Kapolri; Kaget Dengan Predikat Akademik Rudi Pardede | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Kapolri; Kaget Dengan Predikat Akademik Rudi Pardede

Kapolri; Kaget Dengan Predikat Akademik Rudi Pardede

Perhatian Khusus dari Kapolri

 

HMSTimes.com, Predikat akademik doktor yang sudah di raih Rudi Pardede sempat menjadi perbincangan nasional. Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian bahkan cukup kaget dibuatnya. Kapolri yang kala itu baru mendengar ada anggotanya seorang bintara bergelar doktor, langsung menelepon Kapolda Riau untuk memberikan apreasiasi atas pencapaian Rudi.

Hanya dalam hitungan jam saat perintah lisan Kapolri disampaikan, Kapolda langsung menggelar apel besar yang diikuti ratusan anggota polisi di Pekanbaru. Dalam apel tersebut, Rudi dihadirkan dan berbaris persis di samping Kapolda Riau. Rudi pun ditawari untuk melanjutkan pendidikan keperwiraan di kepolisian.

Doktor Pertama dari Desa Parlombuan

Rudi, lahir di Desa Parlombuan, Tapanuli Utara pada 10 Agustus 1987 lalu. Ia merupakan doktor pertama yang berasal dari kampung tersebut. Ia sekampung dengan tokoh pengusaha beken almarhum TD Pardede, orang kaya yang dikenal dekat dengan Presiden Soekarno.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, Rudi Pardede telah menerbitkan buku yang mengangkat isu kerugian negara dalam kasus korupsi. Dalam karya tulis tersebut, Rudi mengangkat fenomena besarnya biaya penanganan kasus korupsi, mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan sampai pada persidangan. Biaya yang dihabiskan tersebut, menurut Rudi tidak sebanding dengan angka pengembalian kerugian negara atas kasus yang diusut tuntas tersebut.

“Di situ kita masih melihat ada ketimbangan regulasi dan komitmen untuk menjadikan korupsi sebagai musuh besar negara. Ada sesuatu yang janggal dan terasa aneh dalam proses pengembalian kerugian negara akibat korupsi,” kata Rudi.

Ia mencontohkan, adanya hukuman subsider (pengganti) kurungan badan atas pengembalian kerugian negara yang harus dibayar oleh terpidana. Hukuman badan pengganti tersebut tidak sebanding dengan besaran uang yang sebenarnya harus dibayarkan oleh terpidana kasus korupsi.

“Misalkan, uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2 miliar, bisa digantikan dengan kurungan badan hanya lima bulan. Saya kira ini bisa jadi celah, sehingga efek pemberantasan korupsi menjadi tak terasa,” tegas Rudi.

Kondisi di Indonesia ini, berbeda dengan pemberantasan kasus korupsi di sejumlah negara lain. Di Hongkong, negara tempat Rudi pernah melakukan kursus dan riset singkat penindakan korupsi, penegakan hukum kasus korupsi, termasuk kerugian negara begitu tegas. Aset-aset terpidana kasus korupsi bisa ditracking dan lantas dibekukan untuk disita bagi negara, apalagi terbukti dari hasil korupsi dan kejahatan lain yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Aktif dalam Organisasi Sosial

Di tengah kesibukannya yang padat, DR. Rudi Pardede, SH., MH justru masih sempat memberikan waktu untuk kegiatan dan organisasi sosial. Ia menjadi pengurus komunitas marga Sonak Malela Kota Pekanbaru sebagai unsur sekretaris. Selain itu, ia juga merupakan salah satu unsur ketua dalam Tim Advokasi HKBP Distrik XXII Riau.

“Kita adalah makhluk sosial. Sesibuk apa pun, kita harus tetap memberikan waktu untuk orang lain. Apalagi, kalau itu menyangkut urusan sosial dan budaya di mana kita hidup dan tumbuh,” kata Rudi Pardede.

Menurutnya, organisasi sosial adalah wadah yang ideal untuk turut memberikan sumbangan dan kontribusi bagi orang lain. Bahkan, dari organisasi sosial itu, Rudi merasa banyak belajar beragam hal, cara berkomunikasi, bergaul dan menempatkan diri secara ideal di tengah-tengah masyarakat.

“Bahwa posisi maupun tingkat pendidikan kita tak lantas membuat kita seakan-akan berada di atas orang lain. Dalam pergaulan sosial, hal itu tak boleh jadi ukuran. Bahwa ketika kita kembali ke tengah masyarakat, maka kita pun harus menempatkan diri sebagai anggota masyarakat umumnya,” kata Rudi Pardede.

BIOFILE
DR. Rudi Pardede, SH., MH
Tempat/ Tanggal Lahir: Parlombuan, 10 Agustus 1978
Istri: Mei Leny Situmorang
Anak: 3 Orang
Pendidikan:
– S1 Fakultas Hukum Unilak
– S2 Fakultas Hukum UIR
– S3 Universitas Islam Bandung
Pekerjaan:
– Anggota Polresta Pekanbaru
– Lawyer Polresta Pekanbaru
– Dosen Sejumlah Kampus
– Tim Asistensi Ranperda dan Pansus DPRD
– Narasumber dan Penceramah Hukum (*)

A.Z

Editor : A.Z

Sumber : TABLOIDPEWARNA.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top