HMSTimes - What Happened Today? Jumianto Sanggah Pernyataan Sendiri Tentang Potong Uang Honorer | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Jumianto Sanggah Pernyataan Sendiri Tentang Potong Uang Honorer

Jumianto Sanggah Pernyataan Sendiri Tentang Potong Uang Honorer

HMSTimes.com, Ketapang – Seperti diberitakan media online Japos.co beberapa waktu lalu, diduga telah terjadi pemotongan gaji tenaga honorer di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Berita ini vilar di medsos dan prilaku tak terpuji tersebut mendapat kecaman para netizen.

Dijelaskan Japos.co, dari 62 tenaga honorer, ada 27 honorer uang gajinya dipotong, masing-masing Rp. 500 ribu/orang. Pemotongan ini terjadi pada pada bulan November dan Desember 2017 lalu, dengan total Rp. 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah). Hal ini terungkap setelah nara sumber bernyanyi lewat media ini.

Media tersebut juga menjelaskan, Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas PUTR Ketapang Jumianto, SH membenarkan atas pemotongan ini. Hal itu dilakukan guna untuk membayar gaji honorer lain.

Di lain sisi, Sekretaris Dinas PUTR Ketapang Mahsus menerangkan bahwa dia tidak mengetahui persoalan ini dan tidak pernah menyetujui, melakukan tanda tangan atas pemotongan honorer.

“Saya tidak mengetahui adanya potongan gaji honorer tersebut, apa lagi melakukan tanda tangan dan mengeluarkan surat rekomendasi pemotongan honorer,” terang Mahsus yang dilansir dari Japos.co (27/03/18) lalu.

Atas pemberitaan di atas, Kamis, (5/4) HMSTime.com mencoba mengkonfirmasi Jumianto guna menanyakan dasar hukum pemotongan itu. Namun aneh, dari konfirmasi tersebut, keterangan yang diberikan Jumianto bertolak belakang dengan keterangan yang diberikan di Japos.co. Jumianto menyanggah dan tidak mengakui pernyataanya di media online tersebut.

“Tidak ada pemotongan honorer dan berita itu tidak benar. Berkaitan persoalan ini, Kepala Dinas sudah mengetahui dan kita akan mengadakan rapat,” terangnya singkat.

Sementara Kadis PUTR Kabupaten Ketapang Donatus, SH sampai berita ini di kirim ke redaksi belum bisa di temui. Demikian juga dengan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Ketapang saat di konfirmasi Jum’at. (6/4) tidak masuk karena sedang tugas ke Jakarta.

Berkaitan dengan berita pemotongan uang gaji tenaga honorer ini, banyak kalangan menyayangkan hal itu terjadi. Mereka mengharapkan pihak terkait dapat mengusut tuntas persoalan ini sehingga tidak menjadi polemik serta preseden buruk ke depannya.(Tris)

Editor AZ

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top