HMSTimes - What Happened Today? Irjen Pol Andap Budhi Revianto: Gowes Memacu Semangat Berkarya Serta Berinovasi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Irjen Pol Andap Budhi Revianto: Gowes Memacu Semangat Berkarya Serta Berinovasi

Irjen Pol Andap Budhi Revianto: Gowes Memacu Semangat Berkarya Serta Berinovasi

Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto, SIK foto bersama peserta lomba sepeda, Sabtu (1/12/2108).

HMSTimes.com, Kepri – Bersepeda jaman now, lebih tepat dan keren dikatakan ‘Gowes’ oleh para Bikers. Ini merupakan bahasa gaul bagi para pecinta olahraga sepeda. Hal itu disampaikan Kapolda Kepri saat pembukaan lomba Gowes, Sabtu (1/12/2018) di Bintan.

Menurut Kapolda, bahwa bersepeda akan memberikan spirit dalam menjalani dinamika kehidupan bagi para Bikers yang memahami filosofinya.

“Bersepeda akan memberikan spirit dalam menjalani dinamika kehidupan, utamanya bagi mereka yang memahami filosofinya,” ujar pria berpangkat Bintang Dua ini.

Hal ini dikatakan Irjen Pol Andap Budhi, SIK sesuai dengan pengalamanya yang sudah menjelajahi banyak tempat di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan Sepeda.

Bagi sosok Irjen Pol Andap Budhi bahwa mengayun sepeda di berbagai Medan yang berbukit, menanjak, dan terjal bukan merupakan kendala yang berat, seperti di Jakarta, Baubau- Buton Sulawesi Tenggara berbagai tanjakan yang eksotik, di Ambon Maluku, Barelang Kota Batam, Bintan, Tanjung Pinang di Kepulauan Riau (Kepri) semuanya sudah terlewati, bahkan aktivitas menuju kantor pada pagi hari di jalani dengan gowes ria,” ucapnya.

Pertanyaan sederhana yang mengemuka, apa filosopinya sehingga gowes mampu memberikan spirit, menurut berpangkat Irjen ini, semua dapat memulai suatu perjalanan dengan apa yang dimiliki, tanpa harus memiliki semua kapasitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan.

“Di saat terjatuh jangan berkecil hati, tapi tetaplah semangat. Itu akan membuat kita merasa lebih kuat, dan cepatlah segera berdiri kembali untuk mencapai tujuan awal yang sudah ditetapkan,” kata Andap menambahkan.

Masih menurut Irjen Pol Andap Budhi, SIK, melepaskan segala kecemasan, akan membuat kita lebih tenang dan ringan menjalani semuanya, serta legowo saat yang lain ingin menyalip dengan mempersilahkan dan tersenyum padanya. Karena kita tidak tahu kemana arah tujuan yang bersangkutan. Kita tetap fokus dan terus berusaha mencapai tujuan kita sendiri.

Ada saatnya kita tidak selalu kuat, maka belajarlah untuk memahami dan mengelola semua perasaan yang muncul. Nikmatilah dinamika perjalanan dan hindari rasa cemas, karena kecemasan akan membawa kita ke arah lain, bukan ke tujuan yang sudah ditetapkan. Mencoba jalur lain yang berbeda, akan memberikan pengalaman dan tantangan baru yang menunggu untuk kita taklukan.

Terkadang kita berhenti sesaat guna memperbaiki sesuatu yang dirasa kurang, sehingga perjalanan untuk sampai ke tujuan terasa lebih mudah dan nyaman.

Seiring berjalannya waktu, mungkin kita akan lebih banyak menemukan pelajaran-pelajaran hidup lainnya pada setiap kayuhan, mari kita memaknai secara sederhana, sebuah filosofi akan mendorong mental kita ke arah tujuan, itulah mentalitas sepeda.

Presiden Republik Indonesia ke 3, BJ Habibi, berkata: “Saya tidak pernah tidak bekerja. Saya memiliki mentalitas sepeda. Kalau Anda naik sepeda dan berhenti bekerja, Anda akan jatuh. Jadi kalau saya berhenti bekerja, saya akan mati”.

“Life is like riding a bicycle, you must keep moving (Hidup itu seperti mengendarai sepeda, untuk menjaga keseimbangan kita harus terus bergerak),” kata Albert Einstein.

Pada akhirnya, semoga kita semua memiliki mentalitas sepeda guna memacu semangat untuk terus dan terus berkarya serta berinovasi. (ABR/MS)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top