HMSTimes - What Happened Today? Ini Penjelesan Hermanto Terkait Terjadinya Penutupan Sepihak Fasilitas Umum Gedung Serba Guna Desa Sungai Ulu. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ini Penjelesan Hermanto Terkait Terjadinya Penutupan Sepihak Fasilitas Umum Gedung Serba Guna Desa Sungai Ulu.

Ini Penjelesan Hermanto Terkait Terjadinya Penutupan Sepihak Fasilitas Umum Gedung Serba Guna Desa Sungai Ulu.

HMSTimes.com,Natuna- Sehubungan terjadinya penutupan fasilitas umum yaitu ruang serba guna di desa Sungai ulu pada tanggal 10/1/2018,Kecamatan Bunguran Timur,yang viral di Medsos membuat kepala desa Sungai Ulu merasa terpukul sebelum permasalahan tersebut selesai, ungkap Kades Sungai Ulu, Hermanto,(11/1/2018), diruangan kantornya ketika dikonfirmasi awak media HMSTimes.com

Hermanto mengatakan permasalahan yang terjadi akibat dari miskomunikasi diantara bendahara dan pihak yang melakukan hal penutupan terhadap gedung serba guna Desa Sungai Ulu terkait fasilitas umum bagi masyarakat desa yang berupa aset Desa yang dibangun dari dana ADD.” Katanya

Hermanto juga mengatakan akibat dari tagihan kekurangan pembayaran yang terlambat dan tertunda kepada pihak ketiga Sukardi melalui utusannya, yaitu anaknya selaku pelaksana, yang puncaknya ingin menagih tagihan kekurangan pembayaran pekerjaan yang sudah selesai. Atas keterlambatan dan ketertundaan tersebut disebabkan anggaran yang belum cair dari bagian keuangan pemda, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sehingga tagihan yang dilakukan oleh penagih tidak dapat dicairkan oleh bendahara desa kami disebabkan tiadanya anggaran tersebutkan dan terjadilah sebuah kejadian miskomunikasi di saat saya berada diluar kantor dikarenakan ada urusan penting lainnya.” Jelasnya

Hermanto menjelaskan permasalahan yang terjadi, saat ini sudah ada penyelesaiannya dengan baik, sehingga penutupan dengan papan yang menyilang nyilang dipintu gedung serba guna tersebut telah dibuka kembali. Dengan kesepahaman melalui mufakat dan mediasi yang telah dilaksanakan untuk penyelesaian dengan itikad baik.

Terkait tagihan utang oleh penagih utang kepada desa Sungai Ulu yang dilakukan perjanjian secara tertulis.” Kami sepakat secara bersama sama akan membayar tagihan yang berjumlah Rp 75.000.000 tersebut apabila anggaran ADD TW 4 sudah cair pada waktunya.” katanya

Disisi lain Hermanto sangat berharap keterlambatan pencarian dana ADD yang ditunggu-tunggu untuk kepentingan pembangunan di desa-desa, kedepannya agar menjadi perhatian bersama, agar supaya tidak terjadi lagi.” Sehingga hal-hal bersifat yang tidak kita inginkan tidak terjadi lagi,mengingat,menimbang dan bercermin dari kejadian yang telah terjadi.” Serta keluhan dan permohonan lainya yang telah disampaikan kepada bapak Wan Siswandi selaku Sekda kabupaten Natuna dapat terealisasi.” Tutupnya

Lubis

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top