HMSTimes - What Happened Today? Ini Penjelasan Tukul Terkait KM Bukit Raya Yang Kandas Dan Bocor | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ini Penjelasan Tukul Terkait KM Bukit Raya Yang Kandas Dan Bocor

Ini Penjelasan Tukul Terkait KM Bukit Raya Yang Kandas Dan Bocor

HMSTimes.com, Natuna- Muhammad Tukul Harsono, selaku Fleet Director Indonesian Shipping Company dan juga menurut keterangannya juga selaku penanggungjawab keselamatan Kapal, Designated Person Ashore, (DPA), dirumah makan “Gerai,dibatu kapal, Ranai, (25/5/2018). Saat melakukan konferensi pers dan buka puasa bersama yang dihadiri Wakil Bupati Natuna Hj.Ngesti Yuni Suprapti,FKPD,Tokoh Maritim Rhodial Huda, Kadishub Natuna Iskandar Dj,dan serta tim KNKT.

Tukul mengatakan terkait kandas dan bocornya Kapal KM Bukit Raya merupakan salah satunya menurut penjelasannya yaitu akibat Human Error, perlu diketahui semua pihak bahwasanya kapal KM Bukit Raya memilik 13 Compartment,yang mengalami kerusakan titik kebocoran yaitu hanya 3 Compartment. Dan difungsikan water tight door dan selanjutnya menjadi tugas Weelder tim untuk melakukan pengelasan yang juga saat ini kondisinya membutuhkan alat pemecahan batu tempat bertenggernya KM Bukit Raya, yang rencananya akan melakukan koordinasi terkait peminjaman mesin bor dengan pihak orang PLN ,dan serta menunggu material utama berupa plat untuk menutupi kebocoran tersebut yang tidak ada di jual di Natuna.” Saat ini kita masih dalam menanti material tersebut dari luar Natuna.” Jelasnya

Tukul juga menjelaskan kepada Pemkab Natuna melalui Dishub Natuna, untuk memberikan tanda atau rambu di tempat lokasi tempat kandasnya kapal KM Bukit Raya,atau dilokasi jalur yang rawan kandas. Pada prinsipnya agar hal yang telah terjadi tidak terulang lagi. Kandas hingga terjadi bocornya Kapal KM Bukit Raya yang memiliki keseluruhan crew berjumlah 78 orang, terkait Human Error nanti tidak tertutup kemungkinan akan melalui proses sidang mahkamah pelayaran dan semua bisa saja terjadi hukuman yang dijatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan.” Tegasnya

Selanjutnya Tukul Juga mengatakan KM Lawit akan menggantikan KM Bukit Raya dan disertai 3 kapal perintis Sabuk Nusantara,sehingga masyarakat Natuna tidak perlu merasa Kuwatir terkait moda transportasi laut saat menyambut hari libur nasional, (Hari raya idul fitri 1439H). PT Pelni juga menerapkan Standar keselamatan Internasional,yaitu International Safety Management,(ISM). Sehingga hal-hal yang menyangkut crew terkait keselamatan penumpang,crew kapal,dilakukan medical check up pada waktu yang telah ditentukan. Dan Safety Officer KM Bukit Raya dijabat oleh Mualim satu (I). ” Katanya

Disisi lain¬† ketika HMSTimes.com, menkonfirmasi terkait statusnya Muhammad Tukul Harsono di PT. PELNI saat melaksanakan konfrensi pers terkait menurut dirinya adanya kelalaian tentang Standar Operasional Prosedur Keselamatan, terkait prosedur evakuasi penumpang In Chase Of Emergency Situation yang tidak memakai life jacket. Apakah kelalaian tersebut termasuk dalam kategori salah atau bagaimana?, dalam aturan atau peraturan pelayaran yang juga tidak tertutup kemungkinan sebagaimana aturan yang dimaksud dalam Internasional Safety Management, dan Safety Of Life At Sea, (SOLAS) 1974, menurut penjelasan Tukul sesuai fakta foto saat evakuasi penumpang semua memakai life jacket dan mengatakan bahwa fakta dari pertanyaan yang disampaikan awak media ini adalah isu belaka.¬† Dan Tukul berharap isu yang beredar itu kurang pas, dirinya memohon untuk diberitakan yang seimbang.”saya tidak bisa komen yang tidak ada buktinya, ada ibu ibu tua yang sewaktu turun dari Bukit raya begitu sampai di speedboat di copot karena merasa panas bang, demikian terima kasih. ” Tutupnya

Lubis

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top