HMSTimes - What Happened Today? Ini Penjelasan Ketua DPRD Natuna Terkait 6 Terdakwa Ilegal Fishing Yang Kabur | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ini Penjelasan Ketua DPRD Natuna Terkait 6 Terdakwa Ilegal Fishing Yang Kabur

Ini Penjelasan Ketua DPRD Natuna Terkait 6 Terdakwa Ilegal Fishing Yang Kabur

HMSTimes.com, Natuna- Hilangnya 6 Orang Terdakwa nelayan Vietnam ini menjadi tamparan bagi Kejaksaan Natuna. Petugas jaga baru mengetahui hilangnya nakhoda kapal setelah melaksanakan apel. Selama ini, kejaksaan berdalih sulit mengawasi para nelayan asing tangkapan ilegal fishing tersebut.

ini disampaikan Yusripandi dikediamanya jalan Dtk Wan Mohd Benteng Ranai, Minggu malam (17/06/2018) kepada awak media sedang berlebaran hari ketiga Idul fitri 1439H.” Terus terang kita sangat prihatin dan sesalkan enam terdakwa kasus Ilegal Fishing Kabur dari pengawasan Kejari Ranai pada hari lebaran bpertama. ” Kita Sesalkan kaburnya enam terdakwa WNA asal Vietnam yakni, Huynh Cuc,Levan Khoi, Nguyen Van Hoa,Tra Than Tuan,Nguyen Min Vuong,Nguyen Van Khan, pada Jumat (15/06/2018) saat hari lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 H pertama.” Katanya

Ketua DPRD Natuna juga mengatakan kejadian kaburnya terdakwa kasus Ilegal Fishing di Natuna, bukan hal yang pertama kalinya, tapi sudah yang ketiga kali, ucap Yusripandi.” Saya pernah menyampaikan kepada Kajari Ranai yang lama Efrianto untuk mendorong Kejaksaan Ranai, membangun fasilitas penampungan para terdakwa kejahatan ilegal fishing.

Saat itu Kajari Efrianto sangat menyambut baik, tapi Kendalanya, terbentur pada anggaran dana Kejaksaan Ranai sangat minim. Namun demikian, kita tetap melakukan koordinasi untuk mengatasi soal tempat penampungan orang asing ini.

Sebelumnya, dua nakhoda kapal ilegal Vietnam tahanan kejaksaan Ranai bernama Huang Anh Crong (24), dan Truong Van Thom (30) juga kabur pada 27 April 2017. kabur dengan mencuri pompong milik nelayan di Ranai, Natuna.

Selang beberapa bulan kemudian, empat nakhoda kapal Vietnam tangkapan kasus pencurian ikan melarikan diri dari Kejaksaan Negeri Natuna, Kamis, 20 Juli 2017. Keempat nakhoda Vietnam yang kabur tersebut bernama Pham Van Hung, Nguyen Van Tien, Nguyen Thanh Hung, Phan Be. Modusnya sama, yakni kabur dengan mencuri sebuah pompong (perahu) milik nelayan lokal. Mereka selama ini sedang dalam proses hukum di bawah pengawasan kejaksaan.

Sesuai aturan, mereka tidak boleh dilakukan kurungan badan. Kejaksaan praktis hanya mengawasi selama menjalani proses hukum tahap 2 setelah dilimpahkan oleh Lanal sebelum disidang di pengadilan. Jumlah nelayan asing ini juga cukup banyak. Di sisi lain, Kejaksaan mengaku belum memiliki lokasi penampungan para nelayan Vietnam, bahkan kejaksaan menganggarkan dana ekstra untuk makanan para terdakwa.

Menurut penjelasan Yusripandi dalam waktu dekat ini DPRD Natuna berencana  menggelar rapat koordinasi mengajak pihak Kejaksaan dan pihak terkait, guna membahas penanganan warga negara asing terkait kasus illegal fishing di Natuna.” Katanya

(Lubis)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top