HMSTimes - What Happened Today? Ini Kronologi Proses Penangkapan Kapal Bawa 1 Ton Sabu | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ini Kronologi Proses Penangkapan Kapal Bawa 1 Ton Sabu

Ini Kronologi Proses Penangkapan Kapal Bawa 1 Ton Sabu

HMSTimes.com, Batam – Penangkapan kapal Wanderlust bawa narkoba jenis sabu seberat 1 ton berhasil ditangkap Bea dan Cukai Batam di Tanjung Berakit Pulau Bintan, perairan Kepri, Sabtu (15/7/2017). Lima orang awak kapal warga Negara Taiwan berhasil diamankan.

Setelah mendapat informasi dan perintah, Jumat (14/7/2017) lalu mendapat ciri-ciri kapal pembawa sabu seberat 1 ton. Pihak Bea dan Cukai Batam melakukan patrol dikawasan  perairan Kepri. Ada 6 kapal patroli dikerahkan dalam pencarian kapal tersebut. Dengan insting pelaut kapal pembawa sabu yang bernama Wanderlust berhasil ditemukan.

“Kita dapat informasi di hari Jumat. Ada 6 kapal kita kerahkan dalam pencarian. Dengan insting seorang pelaut kita berhasil menemukan kapal yang menjadi target sesuai ciri-ciri kapal yang kita terima”, jelas  Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Raden Evy Suhartantyo, di ruang kerjanya, Selasa  (18/7/2017).

“Sabtu (15/7/2017), sekitar pukul 07.00 wib, kita (BC Batam-red) mencurigai kapal yang pada saat itu di perairan Tanjung Berakit Bintan. Kita merapat ke kapal tersebut, lalu tiba-tiba asap kapal  mengepul atau mencobah lari dengan menambahkan kecepatan. Dia kira kapalnya lebih cepat dari kapal kita. Sekitar pukul 07.22 wib, kapal Wanderlust berhasil kita amankan. Dan ditemukan 5 orang awak kapal. Tidak ada perlawanan dari mereka (awak kapal-red), karena mereka tidak ada membawa senjata. Kami langsung kordinasi terhadap petugas lain untuk merapat ke titik kordinat kami. Dan kami petugas laut lainnya menggiring kapal tersebut ke Batam”, cerita R. Evi.

Kapal yang menangkap kapal wanderlust adalah kapal patroli Bea dan Cukai 7005.

sr

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top