HMSTimes - What Happened Today? Nilai Jual Promosi Daerah Di Kancah Internasional | HMSTIMES
You are here
Home > HMSTravel > Destinations > Nilai Jual Promosi Daerah Di Kancah Internasional

Nilai Jual Promosi Daerah Di Kancah Internasional

foto ilustrasi

HMSTimes.com, Natuna – Upaya daerah mempromosikan sumber daya alam dimiliki merupakan suatu keharusan demi meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. Berbagai latar kesimpulan dan langkah tujuan promosi harus jelas, berdampak positif kepada tujuan mendasar ke akurasian peluang pangsa pasar. Konsep teknis yang selaras dengan ke arifan penganggaran. Sehingga nilai jual promosi tepat sasaran dan bermanfaat.

Beberapa daerah berupaya membuat terobosan, mempromosikan daerah sebagai tempat destinasi surga pariwisata bagi wisatawan. Tentu hal ini juga merupakan salah satunya menjadi agenda kerja Pemkab Natuna melalui dinas pariwisata Natuna.

Sudut pandang dari sebuah gambaran, upaya dari apa yang telah disandang Natuna, yaitu Geopark Nasional, mengarah kepada Geopark UNESCO. Catatan sebuah prestasi kerja. Ungkapan ketua bidang Sumber daya manusia, DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri, Budiman Sihombing, (2/1/2019), melalui WhatApps. Disela-sela kesibukannya mensukseskan kegiatan DEYI SECONDARY SCHOOL, 40 pelajar berasal dari Negara Singapura, tanggal 2-5 Januari 2019, diTanjungpinang,  (Cultural Immersion-Cum-VIA Programme 2019).

Bahkan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan Natuna, Erson Gempa, dengan serius pada pemberitaan sebelumnya, telah mengatakan bila ada investor yang berminat berinvestasi terkait pembangunan lapangan golf, memberikan dukungan dan akan dievaluasi. Merupakan sebuah terobosan menciptakan nilai jual promosi internasional, pantas diacungi jempol,” Katanya.

“Sangat menarik, dan kita syukuri bersama, banyak sumber daya alam Kabupaten Natuna bisa diolah, menjadi komoditas promosi internasional. Lahan yang luas belum termanfaatkan, tidak menutup kemungkinan dapat diolah menjadi lapangan golf, beach and resort. Lapangan golf merupakan sebuah destinasi pariwisata olahraga, dikalangan wisatawan level menengah dan seterusnya level ke atas”.

Bila ditinjau dari aspek letak posisi Natuna, sangat strategis dibangun lapangan golf, berbatasan langsung dengan 7 negara, yaitu Tiongkok,Thailand, Philipina, Malaysia, Brunei Darusalam, Singapore dan Vietnam. Sebuah peluang pangsa pasar oleh Natuna bila dibangun. Kedepannya merupakan nilai jual promosi daerah di kancah internasional, (Disisi sektor handalan promosi pariwisata lainnya),” jelasnya.

Perubahan segala aspek peningkatan status yang objektif, tolak ukur ke arah nyatanya semangat sinergitas penggiat pariwisata. Sebagaimana gambaran kedepan, atas perubahan status bandara intrrnasional, status pelabuhan internasional, dan tidak menutup kemungkinan peningkatan status lain sebagainya. Bercermin dimana Natuna begitu dekatnya dengan 7 negara-negara tetangga.

Poin utama mempromosikan wisata daerah, tergantung nilai jual apa yang akan ditampilkan untuk dipromosikan?. Berbagai kalangan tidak dipungkiri juga memiliki gagasan cemerlang, mengingat dan menimbang dari berbagai latar belakang pengalaman hidup dan tingkat pengetahuan yang berbeda,” jelasnya.

Perbedaan itu tentu impiannya, mampu memberikan kontribusi positif, mencari terobosan-terobosan, menindaklanjuti dinamika pembangunan di segala sektor, perspektif global demi meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat Natuna yang berada di daerah perbatasan, untuk jangka panjang.

Membangun sebuah nilai jual promosi destinasi pariwisata olahraga internasional, seperti lapangan golf, dengan mengedepankan kearifan lokal. Tidak bisa dikesampingkan analisa logika, dapat menelan anggaran yang cukup lumayan besar. Tidak tertutup kemungkinan juga menjadi agenda kerja, intelektual, pemikiran akademis dan pakar hitung-hitungan.

“Sebuah pertanyaan, memungkinkankah bila seandainya direncanakan, yaitu adanya kordinasi sebagaimana semestinya, antara pemkab Natuna melalui instansi terkait dengan kementerian olahraga, kementerian pariwisata dan kementerian kebudayaan. untuk mengakomodir anggaran. Memulai pembangunan lapangan golf, meskipun secara bertahap. Sebagaimana maksud dan tujuan ini, mengedepankan konsep (Siapa yang akan tahu, bila tidak ada yang memulai),” Katanya.

Hanya sebuah sudut pandang, pada tujuan mencari sumber dana yang mungkin bisa di alokasikan. Apabila dianggap lambatnya animo investor ingin berinvestasi di Natuna. Demi pencapaian terealisasinya sebuah lapangan golf, beach dan resort di Natuna. Bercermin dari pembangunan-pembangunan yang terus bergulir di pusat, dibangun oleh pemerintah, setelah selesai dan selanjutnya dikelola oleh pihak swasta melalui mekanisme aturan dan peraturan berlaku, dikedepankan berdasarkan kesepakatan.

Budiman Sihombing juga mengatakan, bentuk sebuah perencanaan, harapan kebersamaan, kategori kematangan disain arena lapangan yang mampu menjadi idola para pemain golf profesional dan para pemain golf amatiran. Selaras bentuk dukungan terhadap Nawacita Presiden Joko Widodo, mengenai lima pilar pembangunan di daerah perbatasan (Wonderful Kepri), yang termasuk didalamnya yaitu pariwisata, (Border Tourism).

Tidak menutupkan kemungkinan, seiring waktu, kekayaan sumber daya alam Natuna, memiliki potensi menjadi lirikan para kolongmerat untuk berinvestasi. Tentu hal itu juga seiring kemauan dan keseriusan internal jajaran pemangku jabatan, penggabungan sebuah prinsip kinerja, fungsional sejalan dengan dengan estetika profesionalitas birokrasi pembangunan daerah. Tertata, terarah, dan terpadu. Selaras aturan dan peraturan yang berlaku,” katanya.

“Ketika nila jual promosi suatu daerah sudah bisa menjadi perhatian publik, berbagai seribu alasan kendala yang dihadapi, hal itu berkemungkinan bisa tertepiskan, seiring semangat kebersamaan maju membangun, eksistensi dari para peran penting pelaku usaha Tour And Travel”, jelasnya.

Sejauh manapun rentang jarak, apabila Natuna sudah mampu memberikan dan atau menciptakan nilai jual promosi destinasi wisata bertaraf internasional, tidak tertutup kemungkinan sama halnya dengan destinasi-destinasi wisata di daerah lain. Maskapai penerbangan domestik dan internasional akan tertarik dan berpacu membuka jalur penerbangan ke Kabupaten Natuna, yang disebut laut sakti rantau bertuah,laksana mutiara di ujung utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).” Tutupnya.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: