HMSTimes - What Happened Today? Warga Tembesi Datangi DPRD Kota Batam, Pertanyakan Legalitas Kepemilikan Lahan PT.Gloria Poin | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Warga Tembesi Datangi DPRD Kota Batam, Pertanyakan Legalitas Kepemilikan Lahan PT.Gloria Poin

Warga Tembesi Datangi DPRD Kota Batam, Pertanyakan Legalitas Kepemilikan Lahan PT.Gloria Poin

HMSTimes.com, Batam- Kedatangan puluhan warga RT 003 RW 001 kelurahan Kibing kecamatan Batu Aji ke kantor DPRD kota Batam diterima pada pukul 11:47 Wib oleh Sukaryo, SE, MM. diruang komisi I DPRD Kota Batam, yang diwakili oleh kuasa hukum warga (Dorkas, SH), dan 3 orang dari warga. Jumat, (13/7/18)

Sukaryo menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut dia mewakili komisi I atas perintah ketua komisi I Budi Mardianto,SE, MM yang sedang tugas diluar daerah bersama anggota komisi I yang lain. pertemuan tersebut masih bersifat menjelaskan pokok permasalahan warga sebagai masukan kepada komisi I untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang akan  dijadwalkan dalam waktu dekat.

Kuasa hukum warga Dorkas, SH menjelaskan pokok permasalahan yang dialami warga. Bahwasanya warga yang bermukim di RT 003 RW 001 kelurahan Kibing telah berdomisili diana selama 20 tahun lebih, namun ada pengembang /developer yaitu PT. Gloria Poin mengklaim memiliki hak atas tanah yang didiami oleh warga, akan tetapi mereka tidak pernah menunjukan legalitas atas kepemilikan tersebut kepada kuasa hukum ataupun warga.

Lebih lanjut kuasa hukum menjelaskan dalam pertemuan tersebut, sejak tahun 2016 dia mendapatkan kuasa dari warga untuk membela warga karena mereka sering diancam oleh pihak pengembang. jelasnya.

pertama, semenjak menerima kuasa dari warga  kuasa hukum sudah sering memanggil pihak pengembang, namun dalam setiap mediasi antara pihak warga dan PT.Groria Poin, pimpinan perusahaan yang bekompeten tidak pernah datang justru diwakili oleh Aseng, orang yang statusnya tidak jelas yang kerap berbuat arogan dan tidak mengakui keberadaan kuasa hukum warga.

Kedua, mereka tidak menyelesaikan secara benar, cenderung kearah premanisme, karena tindakan-tindakan mereka menjurus ke anarkis.

Yang lebih parahnya lagi  orang suruhan PT.Groria Poin yang selalu muncul ketika ada mediasi mengatakan pada saat mediasi terakhir di kantor Lurah Kibing ” udah ini ada uang  saya berhak kasi  kepada warga, ibu tidak usah ikut campur, ini uang, terima gak terima saya timbun semua rumah yang ada “, terang kuasa hukum menirukan omongan pihak PT.Gloria Poin.

Hal ini selain mediasi, saya juga selaku kuasa hukum menempuh jalur hukum, karena kemarin  pada tanggal 10 juli 2018 mereka datang lagi menimbun rumah warga dengan sewenang-wenang, dan melakukan pemukulan terhadap ketua RT dan warga lain dan membuang HP warga yang mengambil dokumentasi, serta papan nama kuasa hukumpun dihancurkan (sambil menunjukan foto-foto kekerasan yang diterima warga kepada Sukaryo). Atas dasar ini kami melaporkan hal ini ke  Polresta Barelang. tutur kuasa hukum warga.

Warga yang datang mempertanyakan legalitas kepemilikan lahan, serta cara-cara yang benar dalam menyelesaikan sengketa lahan dari pihak yang selalu mengedepankan arogan dan premanisme.

Menanggapi hal tersebut, Sukaryo mengatakan dalam waktu dekat komisi I  akan melayangkan surat kepada PT.Gloria Poin, BP Batam selaku pemberi izin lahan, instansi terkait untuk menghadiri hearing di kantor DPRD Batam, serta akan menurunkan anggota Dewan untuk meninjau lokasi.

(A.Z)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: