HMSTimes - What Happened Today? Wabup Natuna Hj.Ngesti Yuni Suprapti Menyikapi Tindakan Kekerasan Terhadap "Perempuan Dan Anak" | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Wabup Natuna Hj.Ngesti Yuni Suprapti Menyikapi Tindakan Kekerasan Terhadap “Perempuan Dan Anak”

Wabup Natuna Hj.Ngesti Yuni Suprapti Menyikapi Tindakan Kekerasan Terhadap “Perempuan Dan Anak”

HMSTimes.com, Natuna— Wakil Bupati Natuna, Dra Hj Ngesti Yuni Suprapti, MA didampingi Ketua P2TP2A Provinsi Kepri, Sofiar (nara sumber) menggelar secara resmi Pelatihan Kader Desa/Kelurahan,Bebas tindakan Kekerasan terhadap Perempuan dan anak Tahun 2017. Diadakan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).Di Rumah Makan Sisi Basisir, Ranai, Selasa, (08/08/2017).

Pada kesempatan nya Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni yang juga sebagai Ketua PP2TP2A Natuna, dalam paparannya terkait hal ini mengatakan,secara garis besarnya tentang permasalahan yang berhubungan tindak kekerasan bagi perempuan dan anak adalah merupakan tindakan yang melanggar, menghambat, meniadakan, dan mengabaikan hak asasi, serta merupakan kejahatan kemanusiaan.

Karena itu, wakil bupati Hj.Ngesti mengatakan,perlunya pencegahan dengan cara meningkatkan kualitas SDM pendamping perempuan dan anak korban tindakan kekerasan.

Wakil Bupati Hj.Ngesti,selanjutnya menjelaskan sehubungan banyaknya terjadi tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak,perlu di perhatikan dan mendapatkan perhatian semua pihak secara serius.

Bermacam tindak kekerasan yang terjadi,diantaranya yaitu kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, eksploitasi seksual, dan traficking perdagangan orang (khususnya perempuan dan anak).

Jenis kekerasan yang terjadi dominan tindakan kekerasan yaitu meliputi ekonomi, sosial, fsikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga.

Meskipun sudah banyaknya upaya dari berbagai pihak,Hj.Ngesti menjelaskan,masih banyak kendala yang dihadapi, seperti belum maksimalnya penegakan hukum, belum maksimalnya kerja sama dengan aparat penegak hukum, sehingga sering terjadi perbedaan persepsi dalam pengimplementasiannya. Dalam penanganan perkara, ujar Ngesti. “masih ditemukan banyak variasi masalah dan hambatan baik itu dari pihak korban, maupun dari pihak pelaku.

Hj.Ngesti juga mengucapkan terkait hal ini peran P2TP2A dalam penanganan perlindungan korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah cukup proaktif dan dilakukan secara terpadu dengan pihak-pihak terkait (baik SKPD maupun swasta).

” Mampu mengurangi bahkan hingga dapat menghapus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak perlunya digalakkan upaya upaya penanganan dan pencegahan melalui sosialisasi dan advokasi kepada seluruh lapisan masyarakat, serta terus menggiatkan peran sertanya seluruh masyarakat secara baik dan berkesinambungan,(Optimal) demi sebuah harapan kebersamaan dan bermanfaat.” tutup Wabup, Ngesti.

Lubis

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: