HMSTimes - What Happened Today? Udin P Sihaloho : Komite Sekolah Harus Di Evaluasi Terkait Pungli PPDB. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Udin P Sihaloho : Komite Sekolah Harus Di Evaluasi Terkait Pungli PPDB.

Udin P Sihaloho : Komite Sekolah Harus Di Evaluasi Terkait Pungli PPDB.

HMSTimes.com, Batam – Komite Sekolah perlu di evaluasi lagi terkait Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi saat PPDB.

Udin P Sihaloho, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, memberikan apresiasi atas kinerja polresta barelang, dimana mereka sudah berhasil membuka salah satu keluhan masyarakat selama ini di anggap sebagai satu tradisi di Dinas Pendidikan, yaitu masalah pungutan liar (pungli) di PPDB, Selasa (17/7/2018).

Kami sudah bolak balik menyuarakan dari tahun ke tahun, tapi di tahun ini baru terbuka dan hasilnya mencengangkan dengan jumlah uang 250 jt, ini masih satu sekolah, kita bisa bayangkan bagaimana susahnya orang tua menyekolahkan anaknya apabila ada oknum yang nakal di setiap sekolah.

Ia juga menambahkan, bisa saja ada interpensi tekanan dari pimpinan sekolah, misalnya komite sekolah, apa berani melakukan tanpa persetujuan dari ketua panitia maupun kepala sekolah.

“Mungkin adanya unsur paksaan, tekanan di imingi oleh petugas komite, Komite sekolah yang harus dievaluasi lagi,
bagaimana mereka lebih menguasai medan di sekolah itu dari pada internal pendidikan sekolah,” ujarnya.

Komite sekolah dibentuk berdasarkan dari SK kepala sekolah, ini perlu di garis bawahi.

Kesalahan Dinas Pendidikan adalah
Dinas pendidikan tidak transparan berapa RKB atau rombel yang di terima, berapa Rencana Daya Tampung nya (RDT).

“Misalnya 10 rombel, lewat panitia komite mereka buka 6 kelas yang disampaikan kapasitas 36 perkelas, berarti 216 yg di terima, faktanya saat orang tua pendaftaran berapa yang masuk diterima bisa sampai 400, setelah pengumuman online mereka buka 216 tadi, seandainya 10 RKB tidak akan terjadi seperti ini,” ujar Udin.

Anak-anak yang tidak lulus dari zonasi, bina lingkungan, prestasi mereka hubungi dan ini dimanfaatkan oknum tadi.

Saya lihat indikasi tidak hanya di SMP, di SMA lebih parah boleh cek di sekolah rujukan, tapi tidak semua dari pada Kepala Sekolah yang mau atau tega melakukan seperti ini

Ini dilakukan jauh-jauh hari dari sebelumnya, yang menyebabkan orang tua panik dan mencari koneksi supaya bisa masuk sekolah negri, ini kesempatannya, ungkap Udin.

Yuyun

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: