HMSTimes - What Happened Today? Tim Gabungan Satuan Polair Mabes Polri Dan Polda Kepri Berhasil Amankan Empat Kapal Ikan Asing Illegal. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Tim Gabungan Satuan Polair Mabes Polri Dan Polda Kepri Berhasil Amankan Empat Kapal Ikan Asing Illegal.

Tim Gabungan Satuan Polair Mabes Polri Dan Polda Kepri Berhasil Amankan Empat Kapal Ikan Asing Illegal.

HMSTimes.com, Batam- Kapolda Kepri, Irjen Pol Didid Widjanardi, memimpin langsung publikasi 4 unit kapal ikan asing ilegal hasil tangkapan Satuan Polair Mabes Polri dan Satuan Polair Polda Kepulauan Riau, pada, Jumat (14/03/2018) lalu, di pelabuhan Makobar Batuampar Batam, Selasa (20/3/2018).

Kapal Baladewa-8002 pada saat patroli di Perairan Natuna Utara, melalui radar mendeteksi adanya kegiatan penangkapan ikan yang di duga dilakukan oleh Kapal Ikan Asing (KIA), seketika itu Kapal Baladewa-2008 melaksanakan pengejaran (Hot Pursuit) dan berhasil mengamankan dan melakukan pemeriksaan 4 Kapal Ikan Asing (KIA) yang berasal dari Vietnam yang diduga melakukan tindak pidana perikanan.

Kapolda Kepri, Irjen Pol Didid Widjanardi, menjelaskan berdasarkan dari hasil pemeriksaan Empat unit kapal yang diamankan petugas tidak memiliki Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (sikpi).

Penangkapan kapal ikan asing ini, merupakan hasil operasi gabungan yang dilakukan oleh Satuan Polair Mabes Polri dan Satuan Polair Polda Kepulauan Riau.

Petugas polair berhasil mendekati kapal tersebut, kemudian Komandan Kapal memerintahkan untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap kapal, dan mengamankan kru kapal.

“Penangkapan keempat kapal ini KM Sima-050, KM Sima-0530, KM Sima-054, dan KM Sima-001 merupakan hasil operasi laut yang menggunakan Kapal Baladewa-8002. Semua ABK dan Kapten Kapal 33 0rang yang kita amankan adalah warga Negara Vietnam” Ujarnya.

“Sempat terjadi kejar mengejar antara kapal target dengan kapal Baladewa, sebelum akhirnya mereka berhasil dihentikan oleh petugas,” lanjutnya.

Kapolda juga menjelaskan, dari hasil penangkapan keempat kapal tersebut pihaknya menemukan bahwa sempat terjadi perpindahan barang bukti dari keempat kapal ke kapal angkut. “Dari pengakuan para nahkoda kapal mereka menyatakan bahwa sebelumnya mereka sempat melakukan transipment ke kapal angkut di tengah laut sebelum diamankan oleh petugas,” ujarnya.

Atas perbuatannya, empat buah kapal tersebut diatas melanggar pasal 92 uu no. 31 tahun 2004 tentang perikanan sub pasal 93 ayat 2 dan 4 jo pasal 69 ayat 4 uu no. 45 tahun 2009 tentang perubahan atas uu no. 31 tahun 2004 tentang perikanan.***

Yuyun/rls

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: