HMSTimes - What Happened Today? Sudah Satu Tahun Sumur Bor Tidak Di Fungsikan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sudah Satu Tahun Sumur Bor Tidak Di Fungsikan

Sudah Satu Tahun Sumur Bor Tidak Di Fungsikan

HMSTimes.com, Ketapang — Sembilan sumur bor yang di bangun dinas pertanian dilahan masyarakat tani yang berlokasi di Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Sejauh ini sembilan sumur bor tersebut memang belum pernah sama sekali di fungsikan, sejak awal di bangunnya hingga sekarang sudah satu tahun lamanya.

Salah seorang petani menceritakan (alian) ” mulai dari di bangun sampai sekarang kurang lebih satu tahun sumur bor tidak pernah di fungsikan sama sekali, mau di fungsikan pun mesin pompa tidak ditempat, mau disedotpun kalau musim kemarau tidak ada airnya karena sangat dangkal.

Sebenarnya tidak ada fungsinya, itu hanya akal akalan mereka saja, sumur bor inikan ketika musim kemarau saja kita pakai, malah kemarau beberapa hari yang lalu, malah saya mengambil sisa sisa air di dalam parit, karena sumur bor itu tidak ada air nya” terang dia kepada HMSTimes.com(15/10)

Itu memang akal akalan mereka saja, contoh juga tentang bantuan bibit unggul, mereka tidak transparan kepada kami sebagai kelompok tani, berapa kilo gram untuk petani masing – masing kami tidak tau, musyawarah pun dengan kita tidak ada, tau-taunya suruh ambil saja.

Itu baru masalah bibit padi unggul, belum lagi masalah, pupuk, racun rumput, bibit sapi, hand trakctor, mesin perontok dan embung padi. Tambah dia.

Saat di konfirmasi, Ucup sucipto, S.Pkp. Selaku kepala Penyuluhan Pertanian (KPP) kendawangan menerangrkan” betul memang ada sumur bor sembilan unit, masing masing dari kelompok tani mendapatkan tiga unit, masalah berfungsi atau tidak nya, sebenarnya berfungsi bagus barang nya, cuman kalau kita simpan di lahan pertanian takutnya barang itu hilang, jadi di simpan lah di ketua kelompok tani.

Sebenarnya kami tidak pernah mengajukan pembuatan sumur bor tersebut bahkan harga perunit nya saja kami tidak tahu.

Itu prosesnya, dari dinas pertanian menawarkan kepada kami sebagai KPP di sini, itu bersumber dari Dana Anggaran Khusus, saya juga sudah memberitahukan kepada kelompok tani, minimal satu bulan sekali dihidupkan, agar lumpur didalam sumur bor itu nantinya tidak membuat dangkalnya sumur itu” terang dia.

Erwin

Editor : A.Z

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: