HMSTimes - What Happened Today? Sosok Seorang Jenderal Heogeng Yang Jujur Dan Hidup Sederhana | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Sosok Seorang Jenderal Heogeng Yang Jujur Dan Hidup Sederhana

Sosok Seorang Jenderal Heogeng Yang Jujur Dan Hidup Sederhana

HMSTimes.com, Batam – Hoegeng Imam Santoso, sosok seorang Jenderal Polisi (Purn) kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah, 14 Oktober 1921. Hoegeng, Kapolri ke-5 yang  menjabat mulai 9 Mei 1968 hingga 2 Oktober 1971 dikenal sebagai Polisi yang jujur, hidup sederhana, dan dikenal tidak mau terima uang suap atau uang diluar dari gajinya.

Mantan Kepala Jawatan Imigrasi atau saat ini dikenal dirjen Imgrasi dipercayakan Soekarno untuk memimpin institusi tersebut di tahun 1960. Walau pun Hoegeng memimpin institusi tersebut tetap mengenakan seragam polisi dan hanya terima gaji dari polisi. Dan di tahun 1965, Hoegeng diangkat menjabat Menteri Iuaran Negara atau yang saat ini dikenal bea dan cukai.

Karir Hoegeng terus menanjak, tahun 1965 menjabat Menteri Sekretaris Kabinet Inti, lalu menjabat Deputi Operasi Pangak (1966), dan Deputi Men/Pangak Urusan Operasi juga masih dalam 1966. Terakhir,  Mei 1968, Hoegeng diangkat menjadi Kepala Kepolisian Negara.

Polisi jujur yang belum tuntas menyapu bersih para koruptor dan mafia di Indonesia. Di zaman orde baru atau masa kepemimpinan Soeharto, Jenderal Hoegeng Imam Santoso dicopot. Konon katanya Hoegeng mengusik keluarga cendana.

Sosok seorang Hoegeng yang anti uang suap, anti korupsi, dan gaya hidup yang sederhana dikenang sepanjang masa. Bapak dengan 3 orang anak dan 1 orang istri, meninggal di usia 82 tahun, pada 14 Juli 2004.*

sr

sumber merdeka.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: