HMSTimes - What Happened Today? Siswa SMPN 4 SATAP Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu Dambakan Jalan Yang Layak | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Siswa SMPN 4 SATAP Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu Dambakan Jalan Yang Layak

Siswa SMPN 4 SATAP Panai Hilir Kabupaten Labuhan Batu Dambakan Jalan Yang Layak

HMSTimes.com, Labuhan Batu- Walaupun hujan membuat jalan menjadi berlumpur, tak satupun anak-anak SMPN 4 SATAP Panai Hilir yang absen. Hal ini disampaikan salah seorang guru kelas yang mengajar di sekolah tersebut.

Guru kelas yang lahir di Kota Blitar itu menuturkan pengalamannya selama mengajar di SMPN 4 SATAP Panai Hilir. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya beliau kasian melihat para anak didiknya,  apalagi jarak yang harus ditempuh siswa sangat jauh bahkan beberapa siswa harus menempuh jarak 7 kilometer yang memakan waktu sekitar 90 menit perjalanan.

Beliau merasa sedih melihat keadaan yang harus diterima siswa SMP itu, tapi juga merasa salut melihat perjuangan anak-anak menuju sekolah demi menuntut ilmu.

Masih katanya, jika jalan berlumpur siswa harus berjalan tanpa alas kaki sambil menenteng sepasang sepatu ditangannya. Tidak hanya itu, terkadang anak-anak terpeleset akibat licinnya jalan yang dilalui hingga seragam yang mereka pakai berubah warna menjadi coklat.

“Anak-anak ini sangat kuat, badannya kuat, motivasinya untuk belajar pun tak kalah kuat, walaupun jalan becek berlumpur dan hujan, anak-anak selalu hadir di kelas, sangat jarang lah untuk tidak masuk kelas, paling karena sakit barulah absen” tuturnya melalui pesan whatsapp, Sabtu, (13/10/2018).

Sekolah adalah proses pembangunan pribadi anak bangsa untuk memperoleh pendidikan dan pengetahuan. Negara harus hadir memberikan sarana dan prasarana yang baik serta merata. Dalam hal ini pemerintah kabupaten Labuhan Batu harus bertanggung jawab dan memberikan perhatian penuh terhadap anak-anak didik di SMPN 4 SATAP Panai Hilir.

Guru kelas yang sangat ramah itu juga sangat berharap agar pemerintah kabupaten Labuhan Batu benar-benar peduli terhadap anak-anak bangsa yang terisolir termasuk siswa-siswi di desa Sei Penggantungan.

“Saya sangat berharap agar pemerintah kabupaten Labuhan Batu peduli dengan anak-anak ini, bila perlu mereka harus turun ke sekolah ini agar mereka tahu keadaan yang sebenarnya” tutupnya

(Sabar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: