HMSTimes - What Happened Today? Siswa SMP Segeram Belajar Tanpa Guru, Ini Tanggapan Kadisdikpora Natuna | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Siswa SMP Segeram Belajar Tanpa Guru, Ini Tanggapan Kadisdikpora Natuna

Siswa SMP Segeram Belajar Tanpa Guru, Ini Tanggapan Kadisdikpora Natuna

HMSTimes.com, Natuna-Sehubungan dengan pemberitaan yang diterbitkan media ini dengan judul memprihatinkan Siswa siswi SMP di Segeram Belajar Tanpa Guru. Hal ini langsung ditanggapi oleh Kadisdikpora Natuna, Suherman,(13/9/2018). Kondisi pelajar yang diberitakan sebelumnya terkait keluhan seorang masyarakat di Segeram, Kamaru Zaman, melalui laman Medsos Facebook (Berita Natuna), terkait perhatiannya pada sektor dunia pendidikan.

Hal itu juga menjadi perhatian Bupati Natuna Drs.H.Abdul Hamid Rizal,M.Si,dan Bupati menyikapi dengan sebuah langkah untuk mencari tahu kebenaran sebenarnya yang berlangsung di segeram,terkait kondisi Siswa Siswi SMP yang belajar tanpa guru, melalui Kadisdikpora Natuna, agar memperhatikan hal itu. Dimana hal tersebut telah menjadi pembahasan publik.

Menanggapi hal yang telah menjadi pembahasan publik tersebut, Kadisdikpora Natuna, Suherman, mengatakan sebenarnya guru ada, cuma saat ini kita masih memakai guru SD yang ada disitu, Karena konsep sekolah satu atap (SATAP) baru, memang diawal seperti itu, sama dengan SATAP pengadah, di Kecamatan Bunguran Timur Laut, juga dulu seperti itu bertahun tahun SD dan SMP 1 Kepala sekolah.

Suherman Juga menjelaskan kedepan setelah ada bangunan sendiri baru, bupati tunjuk nanti kepala sekolah defenitifnya. Sementara pakai guru SD dulu, jika nanti jadi CPNS baru, baru kita drop guru ke situ.” Sekolah baru memang segala kekurangannnya, baru 2 bulan buka, pelan pelan kami lengkapi sarana dan prasarananya.” Jelasnya Kadisdikpora memberikan pemahaman melalui WhatApps,(13/9/2018), di salah satu Group, (Seputar Pemkab Natuna).

Suherman juga memberikan pemberitahuan bahwasanya tahun 2018 ini Kemendikbud akan bangun SMP tersebut. Lebih kurang anggaran yang akan dikucurkan senilai 1,3 M. Setelah bangunan ada baru kami usulkan ke bupati terkait Kepala sekolahnya.” SATAP ini konsep sekolah untuk daerah terpencil.” Tutupnya

(Lubis)

Editor : A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: