HMSTimes - What Happened Today? Sidang Pertama Daulae Nainggolan Atas Kasus Penipuan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sidang Pertama Daulae Nainggolan Atas Kasus Penipuan

Sidang Pertama Daulae Nainggolan Atas Kasus Penipuan

HMSTimes.com,Batam Rabu 10 Mei 2017, persidangan pertama dengan agenda dakwaan dari jaksa atas nama terdakwa Daulae Nainggolan atas kasus penipuan yang di lakukannya.
Jaksa penuntut Umum (JPU) Nani Herawati membacakan dakwaan, Bahwa bermula pada hari Selasa tanggal 09 Februari 2016, berawal ketika saksi SAHLAN dan saksi SRI REJEKI berkeliling mencari rumah kontrakan di seputaran Perumahan Cipta Asri Kecamatan Sagulung Kota Batam, kemudian saksi SAHLAN melihat rumah yang berada di Perumahan Cipta Asri Blok I No.26 Kota Batam ada kertas yang ditempelkan di pintu depan rumah yang bertuliskan “Rumah ini disewakan..!!”, akan tetapi di tulisan tersebut tidak tercantum nomor handphone pemilik rumah, lalu saksi SAHLAN menanyakan nomor HP tersebut ke tetangga depan rumah yang kemudian saksi SAHLAN mendapatkan nomor HP terdakwa Daulae Nainggolan , .

selanjutnya saksi SAHLAN langsung menelpon terdakwa dan menanyakan apakah rumah tersebut akan dikontrakan, kemudian terdakwa mengatakan kepada saksi SAHLAN rumah tersebut milik terdakwa yang akan dikontrakan, lalu terdakwa mengatakan kepada saksi SAHLAN untuk bertemu lagi keesokan harinya, kemudian pada keesokan harinya tanggal 10 Februari 2016 sekira pukul 11.00 Wib saksi SAHLAN bersama saksi SRI REJEKI mendatangi kembali rumah tersebut dan melihat terdakwa sedang membersihkan rumah tersebut, setelah itu terjadi kesepakatan antara terdakwa dengan saksi SAHLAN mengenai rumah tersebut akan dikontrakan terdakwa kepada saksi SAHLAN dengan harga Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) perbulannya dan pada saat itu terdakwa meminta uang kontrakan yang pertama apabila saksi SAHLAN mau tinggal di rumah tersebut,.

setelah itu saksi SAHLAN memberikan uang kontrakan yang pertama sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) kepada terdakwa akan tetapi tidak dibuatkan kuintasinya, kemudian terdakwa memberikan kunci rumah tersebut kepada saksi SAHLAN, selanjutnya pada keesokan harinya saksi SAHLAN dan saksi SRI REJEKI menempati rumah tersebut.
Bahwa pada tanggal 10 Maret 2016 terdakwa mendatangi rumah tersebut untuk menagih uang kontrakan rumah kepada saksi SAHLAN, lalu saksi SAHLAN memberikan uang sebesar Rp. 400.000,- (empat ratus ribu rupiah) kepada terdakwa, dan terdakwa melakukan hal yang sama kepada saksi SAHLAN pada setiap bulannya hingga bulan Juni Tahun 2016 sehingga jumlah uang kontrakan yang telah dibayarkan saksi SAHLAN kepada terdakwa sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Bahwa terdakwa telah menjaminkan Sertifikat Rumah terdakwa yang berada di Perum Cipta Asri Blok I No. 26 Kec. Sagulung ke BPR DANA NUSANTARA, selanjutnya terdakwa tidak dapat melakukan pelunasan pinjaman kepada pihak BPR DANA NUSANTARA hingga kemudian pihak BPR DANA NUSANTARA melelang rumah terdakwa tersebut kepada saksi FAISAL SYAHRONI, SIK pada tanggal 15 Januari 2014 sehingga rumah Perum Cipta Asri Blok I No. 26 Kec. Sagulung telah berpindah kepemilikannya.

Maka dari perbutannya jaksa penuntut umum(JPU) Nani Herawati mendakwa dengan pasal 378 KUHP atau 372 KUHP.

Setelah selesai membacakan dakwaannya  ketua majelis Imam dan hakim anggota Hera dan Redite Ika menunda sidang Minggu depan

Willy Lubis

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: