HMSTimes - What Happened Today? Sidang Pembunuhan Anak Di Bawah Umur | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sidang Pembunuhan Anak Di Bawah Umur

Sidang Pembunuhan Anak Di Bawah Umur

 

HMStimes.com,Batam , Senin 8 Mei 2017, persidangan perdana dengan agenda dakwaan dari jaksa yang melibatkan terdakwa Rustan Effendy Ginting, Adi Candra, Wirman, Muhammad Arzu Riki Rangus, Indra Sasmita dan Amul Husni Jamil, atas kasus melakukan kekerasan terhadap anak.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogi Nugraha, mengatakan  di saat persidangan bahwa pada tanggal 19 Desember 2016 sekira pukul 02.30 WIB dilokasi Perumahan Pandawa Asri, para terdakwa turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati.

Dimana, terdakwa Adi Chandra yang terbangun dari tempat tidur karena mendengar suara seseorang yang akan mengambil sepeda motor miliknya yang diparkirkan di teras rumahnya. Lalu dia  mengintip melalui pintu jendela rumahnya, dan melihat Ricardo Allen Sitompul (Korban) yang memakai baju kaos hitam mencongkel sepeda motornya.

Setelah itu, baca Yogi, terdakwa Adi membuka pintu rumahnya. Karena Korban terkejut dan mengetahuinya, korban berusaha melarikan diri kearah Pos Security Perum Pemda.
kemudian terdakwa Adi Chandra mengejar korban ke arah pos Security.

“Adi bertemu seseorang, yang mengatakan pada terdakwa bahwa malingnya yang bernama Rademtus Firdaus sudah di amankan warga. Dan ia (Adi Chandra) katakan, bahwa bukan dia (Rademtus Firdaus) pencurinya karna Rademtus firdaus memakai baju kaos merah, sedangkan pencurinya memakai baju kaos hitam. Lalu Adi chandra berkata pada warga  bahwa malingnya ada 2 orang,”

Setelah itu, kata Yogi, terdakwa Adi Chandra bersama warga membawa Rademtus Firdaus menuju Posyandu Lavender Pendawa dan pada saat diperjalanan menuju Posyandu Lavender terdakwa melihat terdakwa Indra Sasmita sedang membawa Rikardo Allen Sitompul (Korban) dengan cara mempiting leher dan menampar pipinya.

“Terdakwa Wirman, Amul Husni Jamil, Muhammad Arzu Riki Rangus, dan Rustam Efendi Ginting datang ke pos dan membawa sebilah broti dan memukulkanya kepada korban Ricardo Allen Sitompul. Dan mengakibatakan korban meninggal dunia di rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah,”katanya.

Akibat perbuatan ke enam terdakwa didakwa, diancam pidana dalam Pasal 80 ayat (3) UU R.I  Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor  23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Karena ke enam terdakwa akan  didampingi Penasehat Hukum (PH) nya, dan akan mengajukan eksepsi. Maka sidang ditunda pada persidangan berikutnya. Ujar hakim majelis Agus, SH.MHdi dampingi hakim anggota Jasael, SH dan Chandra, SH.MH

Diluar ruangan sidang, orang tua korban (Rikardo Allen Sitompul), mengatakan, agenda sidang hari ini, kami keluarga korban tidak diberitahu oleh JPU.

“Taunya sidang hari ini, saya dan istri merasah risau kenapa kami tidak di kasih tau. Makanya selama dua hari ini kami ke kantor kejaksaan, tapi ternyata Jaksa Yogi mengatakan bahwa hari ini sidangnya. Hal ini juga kami keluarga merasa kesal sama Jaksa, karena jawabanya tadi, agenda sidang hanya membacakan dakwaan, jadi tidak di beritahu,”ujar orang tua koban dengan kesal.

Dan orang tua korban berkata sudah ke komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) di jakarta untuk penjelasan kasus anaknya yang di bunuh oleh warga Pendawa Asri,. Dan orang tua korban berkata KPAI akan mengirimkan surat ke Batam.

Kata salah satu keluarga korban yang tidak mau di sebutkan namanya, bahwasanya ada terdakwa yang tidak ditahan oleh pihak berwajib yaitu ketua RW.

Saat di tanyakan oleh wartawan HMSTimes.com, apakah bapak tidak ingin supaya ketua KPAI untuk datang ke Batam untuk melihat dan menindak lanjutin persidangan terdakwa yang membunuh anak bapak? Saya ingin pak, cuma bagaimana lagi , dana kami tidak cukup untuk memanggilnya, tapi kalau bapak bapak wartawan semua ada niat untuk mendatangkannya , saya berterima kasih pak, Ujarnya.

Willy Lubis

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: