HMSTimes - What Happened Today? Sidang mendengarkan keterangan saksi pengriman TKI ilegal ke Malaysia | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sidang mendengarkan keterangan saksi pengriman TKI ilegal ke Malaysia

Sidang mendengarkan keterangan saksi pengriman TKI ilegal ke Malaysia

 

HMSTimes.com, Batam – Agenda sidang mendengarkan kesaksian  dari   Kamrol  salah satu anggota  kepolisian yang bertugas di kawasan pelabuhan ferry internasional Batam Center,  dan yohanes sebagai saksi ahli yang di panggil pihak kejaksaan untuk memberikan keterangan sesuai aturan yang berlaku  atas kasus pengiriman  tenaga kerja indonesia (TKI ) ke malaysia  tanpa dokumen yang sah   ( ilegal ) oleh terdakwa Nazaruddin Purba.

Saksi mengatakan   para dikorban diamankan di pelabuhan Batam Centre tanggal  8 januari 2017. Saat itu terdakwa sedang membeli tiket dan membagikan kepada para korban yang berjumlah 10 orang  yang ingin dikirim  ke malaysia untuk bekerja sebagai tukang cuci mobil (doorsmer).

Dan setelah di periksa lebih lanjut, terdakwa  Nazaruddin adalah otak dibalik  semua rencana pengiriman TKI ilegal ini. maka karna tidak memiliki dokumen/izin yang sah, maka para korban akhir nya di pulangkan kembali ke asal nya masing- masing.

sesuai penjelasan saksi ahli ( Yohanes berkata) bahwasanya  syarat untuk mengirim TKI yaitu : 1. harus mempunyai badan hukum (PT), 2. Harus di lakukan pelatihan bagi TKI,  3. TKI harus berumur diatas 18 tahun , 4. mempunyai izin penempatan bekerja dan minimal SLTA, 5. harus ada izin dari orang tua atau wali, jika tidak ada itu  masuk kategori  ilegal.

semua  keterangan dari saksi  sdr Kamrol, di iakan oleh  terdakwa Nazaruddin  bahwasanya  kejadian benar adanya. dan dari unsur  persyaratan yang dijelaskan diatas, terdakwa tidak bisa membuktikan  keabsahan dokumen yang dibutuhkan untuk pengiriman TKI.

Maka dari itu terdakwa diancam dengan pasal 102 ayat 1 atau pasal 103 ayat 1 undang undang Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2004 tentang penempatan dan perlindungan  tenaga kerja indonesia di luar negri dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun

Dan persidangan di pimpin oleh ketua majelis hakim , Syahrial Alamsyah Harahap,SH,  Dan hakim anggota Jasael,SH serta  Chandra ,SH,  dan  samsul sitinjak, SH selaku  jaksa penuntut umum.

Willy Lubis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: