HMSTimes - What Happened Today? Setelah Dua Hari Ditahan Pelaku di Tembak Oknum Polisi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Setelah Dua Hari Ditahan Pelaku di Tembak Oknum Polisi

Setelah Dua Hari Ditahan Pelaku di Tembak Oknum Polisi

Istri dan Anak IS

HMSTimes.com, Kayong Utara -. Berbekal informasi dari Pemberitaan Jajaran Polisi dari satuan Buser Polres Kayong Utara berhasil melakukan penangkapan pelaku pembobol rumah walet di Desa Desahan Jaya (25/1).

Dua orang pelaku berhasil diamankan berinisial AS (23) warga Dusun Munting, Desa Benawai Agung dan Is (23) warga Dusun Begasing Desa Desahan Jaya kecamatan Sukadana.

Saat awak HMSTimes.com  mengkonfirmasi kepada pihak keluarga Is di Dusun Begasing Minggu ( 27/1/2019), terdapat kejanggalan yang diterangkan oleh Safi’i ( kakek Is). Bahwa Is  cucunya mendapat tembakan dikedua kakinya, tanpa prosedur yang jelas.

Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak terima dengan peristiwa penembakan oleh oknum anggota Polres Kayong Utara terhadap Is. Dimana Is ditembak kedua kakinya setelah dua hari ditahan.

” Yang saya tidak terima itu, masalah penembakan. Cucu saya ditangkap dalam keadaan sehat, dan tidak ada perlawanan namun setelah dua hari disel saya dengar cucu saya ditembak,” terang Safi’i Kakek Is yang juga Anggota Forum Komunikasi Polisi Masyarakat(FKPM)

Menurut Safi’i setelah dapat kabar itu, ia langsung melihat ke ruang tananan Polres.

” Saya melihat langsung ke Polres namun hanya bisa melihat dari jarak terbatas dan tidak di perkenankan mendekat, ternyata memang betul kaki cucu saya sudah diperban,” cerita Safi’i.

Terhadap perihat tersebut Safi’i berharap agar hukum di tegakan jangan ada diskriminasi. “Pelakunyakan ada dua orang kenapa hanya cucu saya yg ditembak? Kalau mau tembak ya keduanya di tembak. Sudah sesuaikah penembakan itu dengan prosedur yang ada..? Lanjut Safi’i penuh tanya.

Safi’i menjelaskan ada dugaan penembakan itu atas iming-iming bayaran dari pemilik rumah walet yang akan membayar Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah) satu peluru. Kepada HMSTimes.com ia mengaku akan melanjutkan kasus tersebut ke pihak-pihak yang berwenang.

Naza Nadira Kepala Desa Sedahan Jaya yang sedang berada di Pontianak saat dikonfirmasi via Seluler menuturkan,” Memang ada laporan dari warga saya, bahwa ada salah satu warga saya yang ditembak karena melakukan pencurian sarang walet, saya belum tau persis kebenarannya. Jika benar seperti yang dilaporkan, selaku Kepala Desa jelas saya menyayangkan tindakan yang over dari oknum, kalau yang bersangkutan salah silahkan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, jangan main tembak begitu. Meskipun pelaku salah ia juga punya hak diperlakukan selayaknya manusia, soal kesalahannya kita dukung untuk diproses hukum” tutur Naza Nadira melalui telpon selulernya.

Sementara itu di tempat terpisah Nazadolah anggota DPRD Kayong Utara dari Fraksi PPP saat di konfirmasi terkait permasalahan yang terjadi memberikan tanggapan bahwa; dirinya mendukung penuh proses penegakan hukum.

” Belakangan ini kasus pencurian Sarang walet sudah sangat marak dan meresahkan masyarakat, kita mendukung penuh adanya penegakan hukum agar para pelaku bisa ditangkap dan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. Namun jika ada sikap arogansi oknum  seperti yang terjadi ini, sangat kita sayangkan, karena itu sudah melanggar HAM, semua warga negara sama kedudukannya di depan hukum, jangan mengedepankan emosi tapi bertindaklah diatas aturan hukum,” katan Nazadolah.

Lebih lanjut Nazadolah menghimbau agar kasus tersebut di lakukan proses hukum, jika ada yang dianggap bertentangan dengan hukum silakan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

” Silakan lakukan tindakan sesuai Proses hukum,  kepada pihak keluarga silahkan menempuh proses hukum untuk meminta keadilan agar bisa di proses dengan transparan agar terungkap siapa yang salah dan siapa yang benar. Dan ini juga menjadi PR bagi pemerintah kenapa hal hal tersebut bisa terjadi? Kita juga mengharapkan agar daerah kite aman dan damai, tidak ada lagi pencurian, agar orang mau berinvestasi lebih mudah,” pungkasnya.

Kapolres Kayong Utara , AKBP. Asep I. Rosadi, S.I.K, M.P.A.  saat dikonfirmasi via WA tidak memberikan komentar, hingga berita ini terbit.

(A.M)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: