HMSTimes - What Happened Today? Sepenggal Cerita Pengemudi Ojek Pompong Selat Lampa - Desa Serantas | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sepenggal Cerita Pengemudi Ojek Pompong Selat Lampa – Desa Serantas

Sepenggal Cerita Pengemudi Ojek Pompong Selat Lampa – Desa Serantas

HMSTimes.com, Natuna- Desa Serantas adalah merupakan salah satu desa diwilayah Kecamatan Pulau Tiga. Desa yang dipimpin oleh Zakaria.Penelusuran HMSTimes.com saat melakukan perjalanan dari pelabuhan Selat Lampa. Sedikit terasa melelahkan diriak gelombang menaiki sebuah pompong. Dikemudikan oleh seseorang berperawakan sudah menua bernama Hasanudin.

Pompong satu satunya transportasi ojek rute Serantas-Pelabuhan Selat Lampa,dan sebaliknya Pelabuhan Selat Lampa-Serantas. Upaya sebuah semangat kerja keras,momentum peradaban profesi Jurnalistik di daerah perbatasan.

Dinamika pembangunan di Desa Serantas, memberikan motivasi turun ke lokasi desa Serantas, melakukan pemantauan prinsip kontrol sosial masyarakat. Desa Serantas sepertinya merupakan deretan desa paling akhir  dari desa Sabang Mawang Barat, Desa Tanjung Batang, wilayah kecamatan Pulau Tiga. Keindahan Desa Serantas berada di daerah semenanjung pulau, berlatar belakang sebuah gunung menjulang tinggi dan dipenuhi  rerimbunan pohon kelapa dan pohon cengkeh milik masyarakat tempat desa Serantas. Mayoritas masyarakat desa Serantas suku melayu.

Perjalanan  menuju destinasi ke desa Serantas,(27/10/2018), dari Selat lampa, lebih kurang satu setengah jam, jalur pintasan melewati dari sisi kiri suatu daerah bernama Balai. Meskipun memakan waktu sangat panjang,namun di isi bincang bincang santai bersama sang pengemudi pompong,memainkan perannya dengan baik mengarahkan haluan. Hasanudin,atau disapa akrab oleh masyarakat Bujang Hassan.

Hasanudin bercerita kisi ruang pengalaman seputar profesinya sebagai tukang ojek pompong, sudah ditekuni kurang lebih selama tujuh tahun,demi kepentingan masyarakat banyak,khususnya warga serantas,terobsesi untuk membantu disektor transportasi berjumlah sekitaran 170 KK,dan sekitaran 600 orang jumlah penduduk desa Serantas,hendak bepergian ke kota Ranai. Hanya merogoh kocek Rp 20.000 per orang sekali jalan.

“Hal ini yang bisa saya perbuat membantu masyarakat desa Serantas bepergian ke kota Ranai dan sama halnya masyarakat kota Ranai yang ingin berkunjung ke desa Serantas.” Jelas Hasanudin.

Mengguris perasaan mendengar cerita dari luapan penjelasan kesedihan seorang Hasanudin yaitu kondisi ekonomi Natuna saat ini,berhubungan langsung dengan hasil pendapatannya. Menurun drastis,2 tahun belakangan ini.” Dulu pendapatan hasil mengojek pompong bisa mencapai 4 juta hingga 5 juta tiap bulannya,banyak warga Serantas bepergian untuk berbelanja. Sekarang ini berkurang,di sebabkan faktor kondisi perekonomian menurun. Cari pendapatan 2 juta aja sangat sulit. Sebuah harapan besar, semoga perekonomian Kabupaten Natuna kembali normal dengan baik.” Pungkasnya.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: