HMSTimes - What Happened Today? Sepenggal Cerita Pedagang Ikan Keliling | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Sepenggal Cerita Pedagang Ikan Keliling

Sepenggal Cerita Pedagang Ikan Keliling

HMSTimes.com,, Natuna- Darkim seorang perantau tangguh, berasal dari Cilacap provinsi Jawa Tengah. Hijrah ke Kabupaten Natuna pada 1983,tergabung dalam program transmigrasi saat itu,dari Penuturannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga,bermodalkan tekad dan niat merubah nasib,Darkim menjalani hidup dengan perjuangan keras tanpa ada sedikit tersirat kata menyerah,saat dirinya menyapu lelah. Bercerita dengan HMSTimes.com,di salah satu warung, tepian jalan,di kampung Sebala, (6/11/2018).

Ketegaran seorang Darkim terlihat dari mimik wajahnya yang bersahabat,ramah dan sederhana. Di usianya 55 tahun bermukim di SP 3,Desa Air Lengit,Kecamatan Bunguran Tengah. Dari kediamannya satu harian menjajakan ikan segar dagangannya kepada konsumen,langganannya yang hampir disetiap keberadaan desa di Bunguran Besar.

Berawal dari usaha yang dirintisnya pada tahun 1987, sepeda motor butut dibelinya dari seorang teman seharga Rp 300.000 dan modal awal usaha ikan keliling RP. 80.000,berlangsung hingga saat ini. Perjuangan dan pengorbanan menghidupi dan menafkahi keluarganya  ditanah rantau,ujung utara NKRI.

“Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jatuh Bangun dalam sebuah usaha pasti akan dirasakan”.

Semangat hidup Darkim di daerah perbatasan selaku pedagang ikan keliling terus digelutinya,berkat kemauan tanpa rasa malu,bertungkus lumus dari satu desa ke desa menjajakan dagangnya Ikan Simbek (Tuna) segar. Ikan dibeli dari pelabuhan para nelayan yang pulang memancing. Jam 06:00 pagi sudah menunggu di pelabuhan. Lalu ikan yang sudah beli langsung dimasukin ke sebuah kotak Gabus (fiber box),sudah berisi batu es. Sehingga kesegaran ikan tetap terjaga saat berkeliling menjajakan.”Jelas Darkim

Untung dan rugi merupakan hal yang lumrah saya terima berjualan ,dengan sebuah prinsip kesabaran dan kerja keras dari tahun 1987 memulai usaha,hingga saat ini,Alhamdulillah dapat bertahan hidup dirantau,dan bisa menyekolahkan anak di bangku kuliah hingga menyandang gelar Sarjana.” Anugerah rahmat yang luar biasa saya dapat menyekolahkan anak sampai sarjana.” Ungkapan Darkim dengan aura rambut yang sudah memutih,rasa bangga terhadap anaknya yang sudah menyandang sarjana,dan telah bekerja di kantor Bupati Natuna. Itu semua atas karunia dan rahmatnya tuhan yang maha kuasa.,” ucap Darkim

“Seorang Darkim menyampaikan Pesan moral untuk tidak pantang menyerah,niat dan kemauan untuk berjuang. Sebuah pengharapan Memotivasi agar selalu mensyukuri nikmat dalam berusaha dan berkarya.” Rejeki manusia sudah ada yang mengatur bang”, katanya mengakhiri pertemuan yang hendak melanjutkan aktivitas.

(Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: