HMSTimes - What Happened Today? Semua Pihak Harus Rajin Belajar Konstitusi, Negara Harus Memfasilitasinya | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Semua Pihak Harus Rajin Belajar Konstitusi, Negara Harus Memfasilitasinya

Semua Pihak Harus Rajin Belajar Konstitusi, Negara Harus Memfasilitasinya

Hampir semua unsur masyarakat dan bahkan para petinggi lembaga negara maupun lembaga pemerintahan tidak mengusasi konstitusi Negara Republik Indonesia yakni Undang Undang Dasar 1945, karena itu hendaknya Negara dan Pemerintah memfasilitasi semua masyarakat ini untuk belajar dan memahami konstitusi.

Koordinator Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad mengatakan, banyak anggota masyarakat dan para pejabat belagak sudah tahu dan memahami konstitusi, padahal tidak.

“Saatnya kita membaca dan belajar konstitusi yang benar. Saya sungguh terhentak kala mengetahui masih sangat banyak warga negara Republik Indonesia belum pernah membaca tuntas Konstitusi Negara, khususnya pasca amandemen,” tutur Chalid Muhammad, dalam keterangan persnya, Senin (06/11/2017).

Dia menjelaskan, di antara jumlah yang banyak itu, boleh jadi terdapat pengurus negara di daerah dan juga di tingkat Pusat, di lembaga eksekutif pun legislatif.

“Dalam hati saya bergumam “Bagaimana mereka menjalankan kewajiban konstitusionalnya bila membaca konstitusi saja tak tuntus, apalagi memahami substansinya?” ujar Chalid.

Bagi rakyat kebanyakan, lanjut dia, memegang buku konstitusi boleh jadi hal yang mewah. Apalagi membaca dan memahami maknanya.

“Wajar saja bila sangat jarang kita mendengar seseorang mengatkan “ini adalah hak konstotusional saya dan negara harus menghormati, melindungi dan memenuhinya,” tuturnya.

Padahal, menurut Chalid, kostitusi Indonesia tergolong sangat progresif. “Materi muatannya seperti kebebasan berkumpul dan berserikat, hak atas lingkungan hidup yang baik dan bersih, hak-hak ekonomi sosial dan budaya tergolong sangat maju. Sungguh sayang bila pengurus dan warga negaranya tak menjadikan konstitusi sebagai pegangan sehari-hari dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dia pun menyarankan, dan rasanya tepat bila, pertama, Mahkamah Konstitusi bersama dengan kedua, MPR RI dan ketiga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta keempat Kementerian Pendidikan Tinggi dan juga kelima, UKP Pancasila, serta keenam, Kementerian Hukum dan HAM menggelorakan semangat membaca dan memahami konstitisi bagi penyelenggara dan warga negara.

“Agar Konstitusi kita yang hebat itu benar-benar menjadi pegangan utama kita. Jadikan semangat membaca dan memahami konstitusi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ,” ujar Chalid.(BROJE)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: