HMSTimes - What Happened Today? Sembilan Pernyataan Presiden Jokowi Terhadap Aksi Kekerasan Dan Krisis Kemanusiaan Di Myanmar | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Sembilan Pernyataan Presiden Jokowi Terhadap Aksi Kekerasan Dan Krisis Kemanusiaan Di Myanmar

Sembilan Pernyataan Presiden Jokowi Terhadap Aksi Kekerasan Dan Krisis Kemanusiaan Di Myanmar

HMSTimes.com, Batam – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi berkunjung ke Rohingnya, Rakhine, Myanmar. Kunjungan Retno ke Myanmar dimaksud untuk membantu menyelesaikan krisis yang terjadi di sana, dan sebagai bentuk atau respon Indonesia terhadap kekerasan kemanusiaan yang ada di Myanmar.

“Jadi kita memilih untuk melakukan sesuatu. Ada beberapa yang memilih untuk hanya mengeluarkan pernyataan, tetapi Indonesia tidak memilih untuk itu. Kita bicara dan kita melakukannya, sehingga para korban itu dapat betul-betul ditolong,” ujar Retno kepada awak media di Kementerian Luar Negeri, Minggu (3/9/2017), dirilis dari liputan6.com.

Sementara, Presiden Jokowi mengecam kekerasan kemanusian terhadap etnis Rohingnya, dan Jokowi menyatakan perlu perbuatan yang nyata untuk mengatasi kecaman tersebut.

“”Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Dan pemerintah berkomitmen  terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional,” kata dia dalam pernyatan pers di Istana Negara, Minggu malam (3/9/2017).

Dan ini sembilan pernyataan Presiden Jokowi sehubungan dengan terjadinya aksi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Rakhine State di Myanmar :

  1. Menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.
  2. Perlu sebuah aksi nyata, bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Pemerintah berkomitmen terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.
  3. Saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.
  4. Dan sore tadi Menteri Luar Negeri telah berangkat ke Myanmar, untuk meminta pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, agar memberikan perlindungan kepada semua warga termasuk muslim di Myanmar, dan agar memberikan akses bantuan kemanusiaan.
  5. Untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.
  6. Pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.
  7. Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.
  8. Saya juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk terbang ke Dhaka, di Bangladesh, dalam rangka menyiapkan bantuan kemanusiaan yang diperlukan pengungsi-pengungsi yang berada di Bangladesh. Kita harapkan minggu ini kita akan mengirim lagi bantuan makanan dan obat-obatan.
  9. Sekali lagi, kekerasan, krisis kemanusiaan ini, harus segera dihentikan!

Terima kasih

Bahwa pemerintah Indonesia di bulan Januari dan Februari telah mengirim dua kontaier obat-obatan dan telah membangun sekolah di  Rakhine . Bahkan di bulan Okteber ini pemerintah rencana akan membangun rumah sakit.

Krisis kekerasan kemanusian di Rohingnya telah banyak memakan korban. Dan sebahagian masyarakan Rohingnya telah mengungsi. UNHCR mencatat, 58.600 warga Rohingya kabur ke Bangladesh. Sampai kini, bantuan kemanusiaan PBB pun masih sulit menjangkau kelompok Rohingya.

Bentrok antara militer Myanmar dan pasukan penyelamat arakan Rohingnya diduga menjadi pemicu terjadinya kekerasan kemanusian di Rohingnya.*

Sr

Sumber liputan6.com/Setkab RI

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: