HMSTimes - What Happened Today? Sadis !!! Bayi Di Batam Tewas Di Tangan Ayah Kandung. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Sadis !!! Bayi Di Batam Tewas Di Tangan Ayah Kandung.

Sadis !!! Bayi Di Batam Tewas Di Tangan Ayah Kandung.

HMSTimes.com, Batam- Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Hengki mengungkap kasus tindak pidana kekerasan anak di bawah umur atau tindakan membiarkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran, di Polresta Barelang, Batam, Senin, (02/04/2018)

Berdasarkan laporan dari warga di Polsek Batu Ampar, pada tanggal 27 Maret 2018,  terdapat laporan penganiyaan berat terhadap anak (bayi) yang dilakukan oleh ayah kandungnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol. Hengki menjelaskan, Kejadian pada tanggal 27 maret 2018 pukul 23.30 Wib, ditemukan korban bernama Yuni Sandra umur 3 bulan 26 hari, kejadian di Komplek Maritim Square Kelurahan Sei Jodoh Kecamatan Batu Ampar.

“Korban bernama yuni sandra umur 3 bulan 26 hari, dan disaat si Ibu lagi kerja anaknya di asuh ayahnya, korban sudah diketahui meninggal dunia, ketika akan dimandikan di Masjid Baitul Ulum kelurahan sei jodoh kecamatan batu ampar, karna kondisi ibu Korban dalam keadaan tidak prima, korban di bawa oleh warga untuk dimandikan dan dilihat Korban ada hal yang tidak wajar,” Ujar Hengki.

Warga melaporkan kejadian di polsek batu ampar, dan langsung ditindak oleh Kapolsek batu ampar beserta direskrim untuk melakukan penyelidikan, dan di bawa ke rumah sakit bayangkara untuk otopsi.

Ia juga menambahkan, dari laporan ditemukan 2 alat bukti yang sah dan di perkuat hasil otopsi oleh kedokteran Rumah sakit bayangkara, dimana ditemukan ada kekerasan.

Pelaku bernama Yudi Candra (32) laki-laki tinggal di komplek maritim square, memiliki hubungan dengan ibu Korban, tapi belum ada dokumen resmi apakah mereka sudah nikah apa belum, karena belum ada surat resmi.

Korban Yuni Sandra masih bayi dan sudah dimakamkan, motif masalah keluarga antara ibu Korban dan pelaku sering cek cok, yang diawali tanggal 17 maret 2018,  sampai 27 Maret 2018 Korban ditemukan meninggal.

Tersangka dikenakan pasal 80 ayat 2 UU nomer 35 tahun 2004 tentang perubahan uu No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, junto pasal 77 b uu jomer 35 tahun 2012 tentang perubahan uu no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Hasil dari otopsi dokter forensik yang dikeluarkan RS Bhayangkara Polda Kepri, terdapat kekerasan benda tumpul di kepala bagian belakang, memar di wajah dan luka di bibir bekas gigitan yang menyebabkan korban tidak bisa menyusu,” tutupnya.

Yuyun

Editor: A.Z

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: