HMSTimes - What Happened Today? Rio Fernando Napitupulu, SH : kerugian BP Batam, “Rp. 185 miliar menguap kemana ya?” | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Rio Fernando Napitupulu, SH : kerugian BP Batam, “Rp. 185 miliar menguap kemana ya?”

Rio Fernando Napitupulu, SH : kerugian BP Batam, “Rp. 185 miliar menguap kemana ya?”

 

HMSTimes.com, Batam –  Rio F. Napitupulu, SH Praktisi Hukum (Pengacara) muda ini menyayangkan sikap pejabat Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) yang tidak jujur mengemban tugas Negara, padahal semua pejabat di Negara tercinta ini sebelum menjabat sudah diikat dengan sumpah jabatan.

Dan lagi pula, kerugian BP Batam sangat dasyat besarnya “Rp. 185 miliar menguap kemana ya?” , sangat mengherankan, saya terkejut membaca berita di salah satu media lokal di Batam, dengan entengnya Stap Ahli Deputi III BP Batam, Nasrul Amri Latif mengatakan “mengundang KPK untuk menyelidiki korupsi di pelabuhan Batam”, sangat lucukan Nasrul berbicara mengundang?!, korupsi itu, pesta ya?, sehingga BP Batam mengundang KPK.

Seharusnya, yang saya tahu, apabila ada orang atau pejabat melakukan tidak pidana korupsi Nasrul itu bukan mengundang KPK melainkan membuat laporan ke KPK biar diusut dan ditangkap pejabat BP Batam yang melakukan Korupsi dari hasil pelabuhan Batam.

Undangan Nasrul kepada KPK untuk menghadiri Pesta Korupsi di Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) pada Bulan Desember 2016 sampai sekarang sudah Bulan April 2017, hasil dan wujud di undangnya KPK untuk menghadiri pesta Korupsi itu tidak jelas, “namanya di undang berarti bagaimana ya?” tetap tidak jelas hasilnya.

Masa tamu yang diundang melakukan pemeriksaan, atau mempermalukan yang punya hajatan?, tidak mungkinkan, justru itu, KPK kan di undang Nasrul? Berarti KPK kan tamu BP Batam, maka KPK sampai sekarang tidak mau mengumumkan hasil pemeriksaan penyelewengan dana jasa pelabuhan Batam yang sebesar Rp.185 miliar, dan pelaku dugaan korupsi itu pun masih dilindungi KPK, karena KPK tamu BP Batam, tidak mungkin lah tamu mempermalukan tuan rumah, yang namanya pesta, ya makan – makan kan, selain itu ramah tama, begitulah adanya pesta.

Ujar Rio pengacara muda ini, dianya mengkritisi statemen Nasrul yang mengatakan “mengundang KPK” sangat lucukan?, untuk itu saya pesimis KPK optimal mengusut dan menangkap pejabat BP Batam yang melakukan Korupsi, semenjak Negara Indonesia dipimpin Mega Wati Soekarno Putri pemberantasan Korupsi ini sudah dikumandangkan untuk ditindak dan dibrantas namun sampai sekarang Pejabat BP Batam satu orang pun belum pernah ditangkap KPK, ada apa dengan KPK, susah untuk mengungkap siapa pelaku korupsi di BP Batam?.

Kata Nasrul kerugian Negara dari hasil pelabuhan menguap Rp. 185 miliar, kan gampang untuk mengungkap siapa pejabat yang bermain dengan uang hasil dari pelabuhan, bisa dilihat pada saat tahun 2011 sampai di tahun 2016 siapa pejabatnya yang menangani penerimaan uang jasa kepelabuhanan, seperti contoh, Gani Lasa tahun berapa dia menjabat, Heri Kapianto tahun berapa dia ini menjabat begitu juga Nutrin Sihaloho tahun berapa dia menjabat, gampangkan, itu  aja kok repot mengungkap pejabat yang bermain uang jasa kepelabuhanan.

Pejabat yang tiga itu lah yang menangani jasa kepelabuhanan, ditangan siapa yang Rp. 185 miliar ini menguap, ditangan Gani Lasa kah?, atau ditangan Heri Kapianto, atau ditangan Nutrin Sihaloho, Nutrin Sihaloholah yang terakhir menjabat atau yang mengurusi Jasa Kepelabuhanan.  Jefrianto Pasaribu/Redaksi

 

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: