HMSTimes - What Happened Today? Rencana Kenaikan Tarif Dasar listrik ( TDL ) Yang Kurang Rasional Dan Tidak pro Rakyat Biasa Membuat Warga Batam Berang Kepada Penguasa Kepulauan Riau | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Rencana Kenaikan Tarif Dasar listrik ( TDL ) Yang Kurang Rasional Dan Tidak pro Rakyat Biasa Membuat Warga Batam Berang Kepada Penguasa Kepulauan Riau

Rencana Kenaikan Tarif Dasar listrik ( TDL ) Yang Kurang Rasional Dan Tidak pro Rakyat Biasa Membuat Warga Batam Berang Kepada Penguasa Kepulauan Riau

HMSTimes.com, Batam –  Jum’at  tanggal  17/03/2017 ratusan warga Batam yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Listrik ( AMPLI), kembali melakukan aksi  unjuk rasa jilid II untuk menentang   rencana Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang akan menandatangani SK kenaikan tarif dasar listrik di Kota Batam sebesar 45.4 %.

AMPLI ini merupakan gabungan beberapa elemen masyarakat diKota Batam antara lain : Mahasiswa, Buruh, Ormas, dan  komunitas-komunitas masyarakat lainnya. Aksi mereka untuk menolak rencana kenaikan TDL kota Batam yang sangat tidak memihak dengan rakyat kecil, aksi mereka bukan tidak punya alasan, pertama kenaikan TDL ini akan berimbas akan naiknya harga kebutuhan pokok, dan usaha menengah kebawah, yang mana mereka mengandalkan listrik, kedua saat ini bisnis dikota Baam lagi lesu, banyak pengangguran dimana-mana, ketiga kenaikan TDL ini juga tidak sesuai dengan kenaikan UMK yang hanya berkisar 8-11 % dan masih banyak lagi imbasnya kalau kita telusuri , ujar salah satu orator yang juga merupakan aktivis buruh Santo B.Lubis, SH kepada HMSTimes.com

Pergerakan massa ini dimulai dibundaran depan Asrama Haji Batam Centre, menuju kantor walikota Batam, setelah beberapa saat massa berorasi, perwakilan aksi masuk untuk menyampaikan Aspirasi mereka ke walikota, tetapi begitu masuk beberapa menit saja perwakilan ini kembali lagi berorasi, mereka tidak terima karena walikota tidak mau menerima mereka, stafnya saja yang ada, jadi kami keluar lagi karena walikotanya tidak ada tutur Rio.F.Napitupulu, SH Sekertaris DPC. Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Kota Batam, perwakilan yang sempat masuk ke kantor PEMKO Batam. Karena kurang puas sehingga perwakilan marah karena tidak ada walikota, dan selanjutnya massa bergerak menuju gedung Graha Kepri, kantor perwakilan Nurdin Bassirun Sang Gubernur.

Setelah sampai didepan pintu gerbang Graha Kepri, massa sempat dorong-dorongan dengan aparat keamanan (polisi), dan akhirnya massa berhasil   masuk didepan lobi Graha Kepri yang berorasi  menuntut Gubernur Kepri Nurdin Basirun menemui massa yang demo dan supaya mengurungkan niatnya menyetujui kenaikan TDL. Setelah beberapa menit berorasi rupanya tidak ada respon dari pihak Gubernur, para pendemo kesal dan membakar keranda yang mereka bawa yang bertuliskan ” innalilahi kepada DPR dan Gubernur “yang menyimbolkan matinya  nurani para penguasa pengambil kebijakan di Kepri, kemudian massa membubarkan diri, dan berjanji akan kembali dengan massa yang lebih besar lagi.

 Willy Lubis/Jefri Pasribu

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: