HMSTimes - What Happened Today? Ratusan Warga Lakukan Aksi Atas Penyerobotan Tanah Adat Milik Warga dan Masuknya Alat Berat Tanpa Koordinasi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Ratusan Warga Lakukan Aksi Atas Penyerobotan Tanah Adat Milik Warga dan Masuknya Alat Berat Tanpa Koordinasi

Ratusan Warga Lakukan Aksi Atas Penyerobotan Tanah Adat Milik Warga dan Masuknya Alat Berat Tanpa Koordinasi

Muhammad Karim.

HMSTimes.com, Ketapang – Ratusan Warga Desa Tanjung Baik Budi, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Pada Kamis (10/1)  melakukan Aksi Protes atas Masuknya Alat Berat Milik Perusahaan yang tanpa sepengetahuan dan koordinasi dengan warga setempat.

Dari keterangan warga Bernama Bujang Efendi selaku pemangku adat Dusun 1 Desa Tanjung Baik Budi, bahwa warga merasa kesal atas tindakan Oknum Kepala Desa yang tanpa musyawarah dengan warga telah mengambil keputusan sendiri mengijinkan alat Perusahaan Masuk dan menggarap hutan adat milik masyarakat.

” Ada perusahaan Masuk tanpa permisi dengan masyarakat, tanpa permisi dengan intansi lainnya langsung nyelonong masuk menggarap lahan yang dibelinya tidak ada ijin usaha juga ijin lingkungan, kegiatan mereka sudah dimulai sejak akhir Desember,” Terang Bujang Efendy.

Lebih lanjut Bujang Efendy menerangkan bahwa,” Sekitar jam 2 dini hari Alat (Excavator) masuk, kami tidak tahu alat tersebut untuk apa, saya kira Exca itu untuk penggalian tanggul dari aspirasi Dewan. Keesokan harinya operator alat langsung bekerja di lokasi tanpa sepengetahuan kami yang termasuk lahan saya, dan pohon karet saya juga ditumbangkan. Kemudian masyarakat menjadi resah dan bertanya pada saya tentang keberadaan alat tersebut untuk bikin lahan apa? dan saya jawab saya juga tidak tau,” terangnya lagi.

Dari penjelasan Bujang Efendi bahwa pihaknya pada tanggal 29 Desember 2018 telah mengundang pihak perusahaan dan  pihak pihak terkait serta masyarakat untuk mengadakan musyawarah, namun saat itu Kepala Desa tidak hadir. Dalam kesepatan itu hadir dari perwakilan perusahaan atas nama Haji Marmin yang merupakan orang dari Polres Ketapang.

Bujang Efendy

Dari hasil pertemuan warga dengan pihak perusahaan kemudian dilanjut mengecek ke lapangan dan mengukur lahan yang sudah dibeli serta akan digarap,” Ternyata lahan tersebut adalah lahan adat yang bukan merupakan lahan orang perorangan, yang telah di jual oleh oknum, dimana hutan yang diperuntukan  sebagai lahan sawit, dari data pihak koperasi didapati nama-nama oknum yang sudah menyerobot hutan adat,” Bujang Efendy menimpali.

Bujang Efendy juga menyebutkan bahwa Kepala Desa telah membuatkan SKT kepada warga yang satu orang satu SKT atas nama AH hampir 10 hektar, dan kelompok AH menguasai lebih kurang 97 hektar, sambil menunjukan data kepada awak media.

Keterangan Bujang Efendy dikuatkan oleh Muhamad Karim wakil ketua pemangku adat Dusun Satu. Bahwasanya pihaknya sangat kecewa atas tindakan oknum Kades yang telah menerbitkan Puluhan SKT yang tanpa dasar dan banyak kejanggalan serta pemalsuan.” Awalnya kami tidak tahu bahwa hutan adat kami sudah dikuasai oleh oknum tertentu, setelah adanya dua alat (Excavator)  masuk barulah terungkap melalui beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak Pemerintah Desa, Kecamatan, Kepolisian dari Polsek, dan Koramil,” jelas Muhammad Karim.

Kepada awak media Muhammad Karim mengungkapakan adanya SKT yang diterbitkan oleh Oknum Kades terdapat kejanggalan  dan tidak sesuai dengan nomor dan tahun pembuatan.

“Dengan adanya kejanggalan ini kami akan melakukan upaya hukum, dan ini mengarah pada pemalsuan dokumen, kami selaku warga masyarakat Desa Tanjung Baik budi khususnya yang ada di dusun satu ini juga menyatakan”MOSI TIDAK PERCAYA”  terhadap oknum kades,” ungkap Muhammad Karim.

Dari hasil kesepakatan masyarakat meminta tanah/hutan adat milik mereka agar dikembalikan, masyarakat Desa Tanjung Baik Budi juga meminta kepada pihak pihak terkait dan berwenang agar menyelidiki permasalahan yang meresahkan, agar tidak terjadi gesekan dan kemarahan bagi warga, terutama meminta kepada Bupati Ketapang untuk segera menyikapi hal tersebut” demikian kata Herkandi warga yang juga pengurus serikat.

(A.M)

Simak Videonya,

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: