HMSTimes - What Happened Today? Puluhan Tahun Akses Jalan Tidak Diperhatikan, Warga Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan Sebagai Bentuk Aksi Protes, Berharap Ada Perhatian Dari Pihak Berwenang | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Puluhan Tahun Akses Jalan Tidak Diperhatikan, Warga Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan Sebagai Bentuk Aksi Protes, Berharap Ada Perhatian Dari Pihak Berwenang

Puluhan Tahun Akses Jalan Tidak Diperhatikan, Warga Tanam Pohon Pisang di Ruas Jalan Sebagai Bentuk Aksi Protes, Berharap Ada Perhatian Dari Pihak Berwenang

Aksi warga menanam pohon pisang di Jl. Mentarau, Dusun Sinar Timur, Desa Sui Paduan, Kecamatan Teluk Batang, kabupaten Kayong Utara

HMSTimes.com,  Kayong Utara, Teluk Batang – Pada Minggu (6/1) Puluhan warga turun kejalan dengan membawa peralatan Parang dan Cangkul, untuk menanam pohon pisang di ruas jalan. Aksi warga tersebut merupakan bentuk protes mereka, dimana selama ini jalan yang merupakan akses utama warga luput dari perhatian Pemerintah.

Keadaan yang mempritinkan ini tepatnya berada di Jl. Mentarau, Dusun Sinar Timur, Desa Sui Paduan, Kecamatan Teluk Batang, kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Saat di temui awak media warga yang saat itu berkumpul mengaku bingung atas status jalan yang melintasi pemukiman mereka, apakah itu jalan wewenang Pemda atau Wewenang Desa. Selain itu jalan tersebut juga merupakan akses utama bagi karyawan Perusahaan PT. Kalimantan Agro Pusaka (PT.KAP) yang bergerak dibidang perkebunan sawit, dan berada dekat dengan areal perkebunan Perusahaan.

Warga berharap adanya perhatian dari pihak berwenang,  atas kondisi jalan yang begitu parah rusaknya, apalagi di musim hujam seperti saat ini.

” Sudah puluhan tahun kami tinggal di kampung ini, jalan kami boleh dibilang tak pernah dapat perhatian, padahal saat ini sudah ada perusahaan yang masuk, dan jalan ini juga merupakan akses utama bagi orang-orang perusahaan, namun jalan ini tak kunjung diperbaiki,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Dusun Sinar Timur yang biasa di sapa Yong Sam.

“Kami berharap ada perhatian dari pihak Pemerintah akan jalan kami ini, kami juga ingin merasakan jalan yang bagus dan layak seperti di kampung-kampung lain, paling tidak bisa lancar lalu lintas, bukankah dalam Undang-Undang sudah menyatakan tentang persamaan hak dan tanpa diskriminasi,” Masdi menimpali.

Johan yang juga bersamaan di kumpulan warga menuturkan bahwa ” Jika jalan tersebut tidak segera di perbaiki maka pohon pisang yang ditanam akan tetap tumbuh subur”.

” Pohon pisang ini akan tumbuh subur, yang kemungkinan sepanjang jalan ini akan penuh dengan pohon pisang, pihak perusahaan juga seolah menutup mata akan hal ini, padahal pihaknya sudah tahu akan keadaan ini, sebab hari hari juga mereka melalui jalan ini. Jadi mana yang katanya masuknya perusahaan untuk membantu kesejahteraan masyarakat setempat?” Tutur Johan dengan nada kesal.

Dari pantauan kami, keadaan jalan memang sangat memprihatinkan butuh segera untuk diatasi, dimana kondisi jalan sudah seperti lahan sawah olahan yang penuh lumpur dan lubang berair.

(A.M)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: