HMSTimes - What Happened Today? PT.Smoe Indonesia Rekrut Karyawannya Tidak Sesuai Dengan UU Ketenagakerjaan. | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > PT.Smoe Indonesia Rekrut Karyawannya Tidak Sesuai Dengan UU Ketenagakerjaan.

PT.Smoe Indonesia Rekrut Karyawannya Tidak Sesuai Dengan UU Ketenagakerjaan.

 

HMSTimes.com, Batam-  Permasalahan buruh yang dihadapi oleh salah satu mantan karyawan PT.Smoe Indonesia yang sampai saat ini belum selesai. PT.Smoe Indonesia merupakan salah satu perusahaan asing yang berinvestasi di Batam yang bergerak dibidang Migas.

Sesuai penuturan eks karyawan PT.Smoe Indonesia bahwasanya dia bekerja di perusahaan mulai tahun  2006 hingga tahun 2016 sebagai security (11 tahun),  namun statusnya masih kontrak terus, dan tahun 2016 kemarin dia berakhir bekerja, tapi tidak mendapat apa-apa.  “ Karena ketidak tahuannya tentang aturan ketenaga kerjaan, maka saudara Herianto memberikan kuasa buat kami  (Santo Lubis, SH dan Rio F.Napitupulu, SH ) untuk menuntut hak normatifnya sesuai undang-undang yang berlaku “tutur Santo Lubis, SH.

Sesuai hasil bipartit yang pernah dilakukan oleh  Herianto dan kuasa hukumnya dengan pihak  PT.Smoe Indonesia yang diwakili oleh Firdaus selaku legal officer. Firdaus mengakui bahwasanya Herianto adalah eks karyawan PT.Smoe Indonesia. Firdaus menyampaikan   bahwasanya kontrak Herianto sudah selesai, sesuai peraturan yang diterapkan di PT.Smoe Indonesia seperti itu pak, ujar Firdaus ke Santo Lubis.

Santo Lubis.SH kepada HMSTimes.com saya bingung dengan management PT.Smoe Indonesia apakah mereka tidak paham dengan Undang-Undang no 13 tahun 2003 dan Kepmen 100 tahun 2004, atau mereka pura-pura bodoh untuk membodoh-bodohi karyawan-karyawanya ? karena klien kami inikan adalah tenaga pengamanan (security) yang sifat kerjanya terus menerus, jika kita merunut keranah undang-undang no 13 tahun 2003 sesuai  pasal 59 sudah jelas bahwa mana yang masuk perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWT) yang dikenal banyak orang sebagai karyawan permanen.

jika pun klien kami ini termasuk kekategori  PKWT, kita lihat lagi ayat 4 dan 6 mengatakan bahwasanya undang-undang hanya mengizinan paling lama 5 tahun, sementara klien kami sudah 11 tahun bekerja di Sana.

Demikianlah bunyi  undang-undang no 13 tahun 2003 pasal 59

  1. (4) Perjanjian kerja waktu tertentu yang didasarkan atas jangka waktu tertentu dapat diadakan untuk paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.
  2. (6) Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama,pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.

Dan lagi dari 2006 sampai 2013 klien kami tidah pernah diistrahatkan sesuai arahan ayat 6 tersebut dan yang lebih gilanya lagi begitu selesai kontrak besoknya langsung kerja lagi dengan kontrak kerja yang baru, serta disuruh mengisi surat pengunduran diri yang sudah di siapkan oleh management perusahaan.

Jadi tidak ada dasar management PT.Smoe Indonesia untuk menerapkan peraturan perusahaan yang dimaksud oleh Firdaus, jika memang mereka mau menerapkan itu, mereka harus gugurkan dulu undang-undang no 13 tahun 2003  dan Kepmen 100 tahun 2004. Kamipun ragu apakah peraturan perusahaan yang mereka terapkan tersebut sudah dilaporkan ke Disnaker kota Batam apa tidak, karena logikanya koq ini bisa lolos dari Disnaker, ujar Santo.

Kami berkeyakinan bahwasanya korban PT.Smoe Indonesia seperti klien kami ini sudah banyak lanjut Santo lagi

HMSTimes.com ketika mengkonfirmasi hal ini kepada Firdaus melalui SMS, jawaban yang diberikan Bahwasanya saudara Herianto sudah habis kontrak tanpa ada penjelasan lain.

A.Zagoto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: