HMSTimes - What Happened Today? Proyek Pembangunan IPLT Sebayar Tanpa Plang Nama Dipertanyakan | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Proyek Pembangunan IPLT Sebayar Tanpa Plang Nama Dipertanyakan

Proyek Pembangunan IPLT Sebayar Tanpa Plang Nama Dipertanyakan

Sebahagian Kondisi Bangunan IPLT Sebayar, Desa Sungai Ulu.

HMSTimes.com, Natuna – Proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Sebayar, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna telah rampaung dikerjakan tahun lalu. Namun proyek IPLT Sebayar bersumber dari dana anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) itu menjadi gunjinngan masyarakat Sungai Ulu.

Namun menjadi perhatian, masyarakat minim informasi untuk mengetahui asset daerah yang belum jelas statusnya, karena saat pembangunan IPLT itu tanpa disertai papan plang proyek.

“ Agar lebih jelas, informasi papan nama proyek sangat perlu untuk mengidentifikasi fungsi proyek yang dikerjakan. Dan papan nama fungsinya untuk memberikan informasi kepada publik, atasan dan pejabat luar yang ingin mengetahui aset daerah,” ungkap seorang pekerja di lokasi IPLT kepada HMSTimes.

Sumber lain yang tidak mau namanya di publikasikan mengatakan tidak tertutup kemungkinan kuat dugaan pembangunan  proyek IPLT di Sebayar diselewengkan . “ Dugaan saya timbul karena nihilnya papan nama proyek dan Standar Operasional Prosedur keselamatan kerja (Safety Of Life A Human Being),” kata sumber di Natuna.

Diberitakan sebelumnya bahwa proyek dari APBN (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) telah menghabiskan anggaran miliyaran rupiah. Nihilnya papan nama proyek. Dan kondisi sebelumnya, tampak bangunan IPLT tidak terawatt. Jumlah nominal proyek sebesar Rp 4.499.910.000. Telah rampung dikerjakan tahun lalu, namun bangunan tidak berfungsi.

Selanjutnya disisi lain hasil pantauan HMSTimes.com dilokasi tidak adanya tanda (Sign board) standar Operasional Prosedur (SOP), tentang keselamatan bagi pekerja limbah. Sesuai Prinsip aturan dan peraturan ketenagakerjaan, merupakan himbauan mendasar dalam prinsip negara memberikan perlindungan kepada pekerja oleh yang mempekerjakan tenaga manusia.

Sesuai Undang undang Ketenagakerjaan nomor 1 tahun 1970 tentang alat perlindungan diri (APD) dinilai proyek Instansi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Sebayar Kangkangi undang undang Ketenagakerjaan kususnya tentang limbah.

Pengolahan limbah tentu berdampak membahayakan pada kesehatan pekerja, bila Safety Management tidak diterapkan dan diimplementasikan secara  baik dan benar. Lebih parah lagi di IPLT Sebayar tidak ditemukan tenaga ahli bidang keselamatan pekerja limbah. (Lubis)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: