HMSTimes - What Happened Today? Provinsi Kepri Mengalami Deflasi | HMSTIMES
You are here
Home > HMSNews > Berita > Provinsi Kepri Mengalami Deflasi

Provinsi Kepri Mengalami Deflasi

HMSTimes.com,Batam- Indeks harga konsumen (IHK) Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan deflasi sebesar 0,04 persen (mtm) pada Juli 2017. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK hingga Juli tercatat 1,99 persen (ytd). Angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional tahun kalender, 2,60 persen (ytd).

“IHK Juli juga lebih rendah dibanding rata-rata historisnya tiga tahun terakhir, yang mencatatkan inflasi 0,09 persen (mtm),” kata Sekretaris II Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Eko Waluyo Purwoko, melalui siaran pers, Senin (7/8).

Berdasarkan data, kelompok komoditas administered price menjadi penyumbang terbesar deflasi dengan andil 0,38 persen, diikuti inflasivolatile foods dengan andil 0,12 persen, dan kelompok komoditas inti yang mengalami inflasi dengan andil 0,22 persen.

Kelompok administered price mengalami deflasi 1,57 persen (mtm). Sedangkan pada bulan sebelumnya mengalami inflasi 3,94 persen (mtm). Andil terbesar deflasi administered price bersumber dari penurunan tarif angkutan udara sebesar 8,62 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,40 persen.

“Penurunan tarif angkutan udara merupakan pola musiman pasca Hari Raya Idul Fitri yang sejalan dengan penurunan jumlah penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok volatile food mencatatkan inflasi sebesar 0,65 persen (mtm), menurun dibanding bulan sebelumnya dengan inflasi sebesar 0,76 persem (mtm). Andil terbesar inflasi bersumber dari komoditas bawang merah, daging ayam ras, dan kangkung dengan inflasi masing-masing sebesar 19,37 persen (mtm), 4,75 persen (mtm), dan 10,34 persen (mtm).

“Kenaikan harga komoditas tersebut diperkirakan karena berkurangnya pasokan dari daerah penghasil di Jawa dan Sumatera,” kata Eko.

Kelompok inti, kata dia, mencatatkan inflasi 0,38 persen (mtm), meningkat dibanding bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,03 persen (mtm). Andil terbesar inflasi bersumber dari komoditas biaya sekolah dasar dan taman kanak-kanak.

Biaya sekolah dasar mengalami inflasi sebesar 16,47 persen (mtm) dengan andil deflasi 0,18 persen sedangkan taman kanak-kanak mencatatkan inflasi sebesar 4,57 persen (mtm) dengan andil inflasi 0,02 persen. Kenaikan biaya sekolah merupakan pola musiman setiap tahun ajaran baru, yaitu periode Juli-September.***

A.Z

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top
%d blogger menyukai ini: